Tak Tahan karena Sering Dipukuli, Istri Upah Orang Rp15 Juta untuk Bunuh Suaminya

Tak Tahan karena Sering Dipukuli, Istri Upah Orang Rp15 Juta untuk Bunuh Suaminya
Tersangka pembunuh bayaran
Rabu, 20 Juli 2016 07:30 WIB

PALEMBANG - Beralasan tak tahan kerap disiksa, ibu bernama Epri ini nekat menggunakan jasa pembunuh bayaran buat menghabisi nyawa suaminya, Haniri. Hal ini terungkap setelah Yedi Wandra (30), salah satu pelaku, diringkus jajaran Satreskrim Polresta Palembang, saat bekerja di sebuah warung makan di kawasan Jalan Veteran, Senin (18/7) malam.

Sementara Epri dan pelaku lain bernama Ujang lebih dulu ditangkap Polres Lahat. Pembunuhan terjadi di Jalan SP 1, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, 11 Juni 2016 lalu. Korban mengalami luka tusuk di punggung dekat leher dan meninggal dunia di TKP.

Dari penuturan tersangka Yedi, dia ditawari tersangka Epri yang tak lain istri Haniri, untuk membunuh korban. Jika berhasil, Yedi diupah uang sebesar Rp 15 juta. Yedi pun mengajak rekannya, tersangka Ujang, untuk beraksi.

"Waktu itu baru dikasih panjar tablet merek Asus. Uangnya dikasih jika sukses," ungkap tersangka Yedi di Mapolresta Palembang, Selasa (19/7).

Ads
Agar berjalan mulus, tersangka Yedi dan Ujang mengatur rencana. Keduanya berpura-pura membutuhkan jasa korban untuk memasang jaringan listrik. Namun, kedua tersangka meminta korban bertemu terlebih dahulu di TKP.

Tanpa banyak bicara, tersangka Ujang menusuk punggung atas (dekat leher) korban. Korban terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia.

"Itu rencana kami biar berhasil membunuhnya, tempat itu memang sepi. Dia (korban) meninggal di sana juga," ujarnya.

Menurut tersangka Yedi, Epri kerap disiksa korban tanpa sebab. Hal itulah membuat Epri berinisiatif memakai pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya itu.

"Dia (tersangka Epri) bilang tak tahan lagi dipukuli terus, dia bayar kami buat bunuh suaminya," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengungkapkan, penangkapan tersangka Yedi berdasarkan koordinasi dengan Polres Lahat yang telah mengetahui keberadaannya. Sementara dua pelaku lain lebih dulu diringkus polisi setempat.

"Otak pelakunya adalah istri korban sendiri. Tersangka Yedi akan kita serahkan ke Polres Lahat untuk diproses karena TKP berada di sana," tukasnya.***

Editor:ridwan iskandar
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww