Intip Janda, Oknum Penyuluh Agama Digerebek Warga dan Diboyong ke Kantor Polisi

Intip Janda, Oknum Penyuluh Agama Digerebek Warga dan Diboyong ke Kantor Polisi
ilustrasi
Selasa, 12 Juli 2016 07:00 WIB

PADANG JAYA - Diduga sedang berbuat mesum dengan janda, seorang oknum penyuluh agama berinisial IA (35) digerebek warga di Desa Lubuk Banyau, Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara. Namun IA membantah melakukan perbuatan tersebut.

Pengakuan IA kepada polisi, waktu itu dia hanya mengintip Ma dari pintu belakang rumah Ma, sebelum warga datang dan memergokinya di belakang rumah tersebut.

“Jadi keterangannya hanya mengintip, tidak berbuat mesum. Kita juga sudah minta IA menyelesaikan masalah ini dan menerima sanksi adat,” kata Kapolsek Padang Jaya, Iptu Andi Sulaiman SH.

Sementara pukul 23.00 WIB, Sabtu (9/7), warga Desa Lubuk Banyau mendatangi Mapolsek Padang Jaya. Mereka kesal karena IA tak menghadiri sidang adat untuk pemberian sanksi IA dan MA.

Ads
Warga menuntut agar IA diproses secara hukum lantaran tidak hadir dalam sidang adat. Bahkan, malam itu juga keluarga IA mengantarkan IA ke Mapolsek Padang Jaya.

Sabtu malam, sudah disepakati untuk digelar acara pemberian sanksi adat pada IA dan MA. Namun, hingga pukul 21.00 WIB, hanya MA yang hadir ke balai desa, sedangkan IA hanya diwakili orangtuanya.

Afni, warga setempat menjelaskan kehadiran orangtuanya ditolak warga lantaran menilai IA sudah dewasa dan perbuatan tersebut adalah perbuatan pribadi yang tidak bisa diwakilkan. Mereka mendesak polisi menindak IA sesuai dengan sanksi pidana.

“Kami menginginkan dia (IA, red) hadir langsung, jangan diwakilkan. Pasangannya hadir sendiri dan tidak diwakilkan, silakan jelaskan langsung pada warga,” tegas Afni.

Untuk menenangkan warga, polisi akhirnya mengamankan IA di Mapolsek menghindari aksi anarkis warga pada IA. Polisi juga meminta warga membubarkan diri dan akan mempelajari kasus tersebut apakah memenuhi unsur pidana atau dikembalikan pada adat.

Andi menerangkan tidak melakukan penahanan pada IA dan hanya mengamankan. Polisi juga akan menyerahkan masalah ini ke desa untuk diberikan sanksi adat. “Kita amankan menghindari aksi masyarakat terlalu jauh,” ujarnya.***

Editor:ridwan iskandar
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww