Ana Montes, Intel Cantik 'Paling Berbahaya' Ini Jual Rahasia AS ke Kuba, Begini Cara Dia Curi Dokumen

Ana Montes, Intel Cantik Paling Berbahaya Ini Jual Rahasia AS ke Kuba, Begini Cara Dia Curi Dokumen
Ana Montes. (int)
Selasa, 12 Juli 2016 21:14 WIB
WASHINGTON DC - Perempuan cantik itu bernama Ana Montes. Di antara rekan kerjanya ia dijuluki ''Ratu Kuba''. Warga AS yang dari tahun 1984 hingga peristiwa tragis 9/11 pada 2001 telah memberikan segepok dokumen militer rahasia ke Havana.Saat itu, Montes adalah analis top bagi agen mata-mata departemen pertahanan atau Defense Intelligen Agency (DIA) di Pentagon. Kendati perbuatannya begitu merugikan, Montes luput dari pantauan sejarah.

Menurut pensiunan petinggi DIA, Chris Simmons banyak yang tak berpikir apa yang bisa dilakukan Kuba terhadap negeri kuat macam AS. Tak mungkin negara sekecil itu bisa mengancam AS. Namun, semua itu salah.

Ancaman dari bocornya dokumen itu dapat dimanfaatkan bagi Havana untuk menjual rahasia militer AS kepada negara-negara seperti China, Rusia, Iran, Venezuela, bahkan Korea Utara. Demikian kata Chris Simmons, seperti dilansir dari CNN, Selasa (12/7/2016).

Ads
Kemarahan Montes terhadap kebijakan negeri AS serta hubungan yang rumit membuat Kuba tertarik "merayunya"..

Kasus Ana Montes bagai fenomena gunung es dalam dunia intelijen. Beberapa ahli memperkirakan kemungkinan ada lebih dari 100 ribu agen mata-mata asing bekerja di dalam AS.

Dua Ana

Seperti layaknya anak perempuan yang lahir di generasi Perang Dingin, Montes berasal dari keluarga besar dan kelas menengah. Ia anak tertua dari empat bersaudara.

Ana Montes dilahirkan di pangkalan militer AS di Jerman tahun 1957 dari orangtua berwarga negara Puerto Rico. Ayah Montes adalah dokter angkatan darat AS.

Saat Montes lulus SMA, sang ayah meninggalkan dunia militer, dan memboyong keluarganya ke Kota Towson, Maryland. Hanya satu jam perjalanan dari DC.

Montes kuliah di University of Virginia. Pada tahun 1977 dan 1978, selama satu tahun, ia sekolah di Spanyol. Di sana, Montes bertemu siswa Puerto Rica lainnya bernama Ana Colon.

Duo Ana itu langsung jadi sahabat akrab. Lebih karena akar Puerto Rico, bukan politik.

"Aku tak punya kesadaran politik atau apa pun itu," kata Ana Colon yang kini bekerja sebagai guru SD di daerah Washington.

Namun, berbeda dengan Montes, di usia ke-20, mereka berdua saling bertolak belakang.

"Dia sudah menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Amerika Serikat karena kekerasan yang dilakukan AS dengan cara memanipulasi pemerintah di Amerika Tengah dan Selatan," kata Colon.

Saat studi di Spanyol berakhir, kedua anak tetap berhubungan meski lewat surat.

Kisah Ana Montes Direkrut

Tahun 1984, Ana Montes selesai kuliah. Ia lantas bekerja sebegai petugas administrasi di Departemen Pertahanan AS di Washington. Selama bekerja, ia mengambil master di John Hopkins University.

Montes kerap kali mendapati dirinya tak sesuai dengan kebijakan Presiden Ronald Reagen. Hal itu tertera dengan dukungannya terhadap para pemberontak pro-komunis rezim di Amerika tengah.

"Montes merasa AS seharusnya tidak memaksa negara lain," kata agen khusus FBI, Pete Lapp. Lapp adalah pemimpin investigasi kasus Montes dan orang yang menahannya.

Seseorang di John Hopkins menyadari kalau Montes sangat bergairah terhadap Kuba dan tak berapa lama, ia direkrut dan setuju membantu Kuba.

Pada saat yang sama, Montes melamar pekerjaan di DIA, di mana saat itu yang dibutuhkan adalah staf yang mengurusi rahasia militer AS.

Saat Montes bekerja untuk DIa, menurut FBI, saat itulah ia telah resmi jadi mata-mata Kuba.

Pada Maret 1985, Montes melakukan tugas pertamanya. Ia melakukan perjalanan rahasia ke Kuba lewat Madrid dan Praha.

Saat ia kembali, Montes sengaja bertemu dengan Ana Colon. Rupanya, Montes merasa nyaman menceritakan kehidupan gandanya kepada Colon.

"Ia bercerita betapa ketatnya orang-orang serta pengalamannya mengunjungi markas angkatan darat," ucap Colon.

"Di kemudian hari, lewat FBI, aku mengetahui bahwa perjalanan itu merupakan bagian dari pelatihannya sebagai intel."

Setelah pekerjaan Montes semakin menumpuk di DIA, surat-surat kepada Colon berhenti. "Ia mengasingkanku dan aku tak mengerti apa yang terjadi," katanya.

Bertahun-tahun kemudian, FBI berteori, latar belakang Montes berhenti menghubungi Colon karena ia mengetahui banyak mengenai aktivitas Montes di Kuba.

Begini Cara Montes Mencuri

Di DIA, Montes menggunakan teknik spionase yang membuatnya tak terdeteksi selama 16 tahun. Menurut FBI, salah satu rahasia bagaimana dia bisa tak terdeteksi sekian lama karena ia tak pernah menyimpan dokumen atau file elektronik ke rumah dari kantor.

Namun, Mentos mengingat seluruh detil dari dokumen paling rahasia. Lantas, saat kembali ke rumah, ia mengetiknya dari ingatan di otaknya ke laptop.

Lantas, ia mengkopi informasi itu ke piringan enkripsi. Kemudian, ia menerima informasi berupa kode lewat gelombang radio di mana ia menyerahkan informasi itu kepada kontak Kubanya.

Sepanjang pekerjaannya, Montes adalah pekerja keras. Ia bahkan mendapat penghargaan sebagai karyawan terbaik pada 1997. Reputasinya bahkan membuat rekan-rekannya di DIA memanggilnya Queen of Cuba--Ratu Kuba.

Bagaimana Bisa Tertangkap?

Pada satu malam tahun 1996, Montes dipanggil ke Pentagon untuk dimintai konsultasi terkait insiden internasional.

Namun, Montes melanggar protokol dengan tidak bersiaga dalam tugas. Petugas kontra-intelejen Scott Carmichael pun bertanya-tanya.

Carmichael segera membaca data personal Montes. Ia menyadari kalau Montes adalah pekerja yang mumpuni. Namun, ia memutuskan untuk menginterogasinya.

Sesaat setelah wawancara, Carmichael mengendus sesuatu dan merasa Montes menyimpan rahasia. Namun, ia masih belum yakin itu apa. Pria itu mencoba melepaskan Montes.

Namun, empat tahun kemudian, Carmichael mendengar desas-desus kalau FBI mencari "tikus tanah"--mata-mata tak teridentifikasi dalam DIA yang bekerja untuk Kuba.

Sosok yang dicurigai telah berangkat ke markas angkatan laut di Teluk Guantanamo, Kuba, di waktu yang spesifik. Ketika ia melihat daftar pekerja DIA yang mengunjungi Gitmo--nama lain penjara sadis--sebuah nama yang tak asing muncul. Itu adalah Ana Montes.

"Di saat aku melihat namanya, aku lantas merasa pertanyaanku terjawab sudah," ujar Carmichael.

Setelah itu, tim Carmichael dan agen FBI Lapp mencoba membuktikan Ratu Kuba milik DIA adalah benar-benar mata-mata.

Intel DIA juga mengendus bahwa komputer yang dipakai oleh si tikus tanah adalah brand tertentu keluaran tahun 1996 dari toko tak bernama di Alexandria, Virginia.

Lapp berhasil menememukan toko tersebut dan ternyata memiliki koneksi dengan Montes.

Saat itulah FBI yakin, Montes adalah sosok mata-mata yang mereka cari. ***

Editor:sanbas
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww