Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Jamaah Haji Indonesia Akan Gunakan Gelang Berbasis GPS, Gunanya Agar Dapat Mendeteksi Lokasi dan Kesehatan Jamaah

Jamaah Haji Indonesia Akan Gunakan Gelang Berbasis GPS, Gunanya Agar Dapat Mendeteksi Lokasi dan Kesehatan Jamaah
gelang haji berbasis GPS
Sabtu, 18 Juni 2016 13:11 WIB

JAKARTA - Ke depan, jamaah haji Indonesia akan menggunakan atau memakai gelang berbasis Global Positioning System (GPS). Gelang pakai chip ini gunanya untuk mendeteksi atau mengetahui lokasi keberadaan jamaah, termasuk kesehatannya.

Untuk tahap awal gelang ini akan diuji coba oleh jamaah rentan dan jamaah dari Jawa Barat dan Gorontola pada musim haji 1437 Hijriah.

''Setelah peristiwa jatuhnya crane dan peristiwa Mina terdapat banyak haji yang meninggal sehingga di sini negara harus hadir untuk memberikan perlindungan,'' kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam di Jakarta dalam acara pembekalan petugas haji merujuk pada insiden pada pelaksanaan haji 1437H/2015M yang menelan korban ribuan jAmaah haji dari berbagai negara.

Untuk itu, menurut Nur Syam, muncul pemikiran memasang alat elektronik berupa chip di gelang jemaah haji untuk memudahkan pemantauan lokasi mereka. Namun karena pendanaan maka pada tahap awal gelang identitas berbasis terutama diperuntukkan bagi kelompok rentan.

Ads
Selain diberikan pada kelompok rentan, data dari Pusat Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohatkes) menyebutkan uji coba gelang identitas yang dilengkapi chip atau RFID ( Radio Frequency Identification) juga diterapkan untuk jAmaah dari Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Cianjur serta Provinsi Gorontalo.

Nur Syam menjelaskan gelang identitas yang dilengkapi chip itu dapat memberikan bantuan informasi kepadatan arus manusia kepada jAmaah selain memudahkan petugas memantau lokasi jamaah. ''Ini seperti early warning system, bisa memberitahu jamaah tentang kepadatan jamaah dengan bunyi,'' katanya.

Gelang identitas untuk kelompok rentan dimaksudkan untuk memudahkan proses pemantauan, tidak hanya terkait keberadaan jamaah, tapi juga riwayat kesehatannya. Seluruh data kesehatan jamaah rentan akan disimpan dalam chip untuk memudahkan proses pemeriksanaan kesehatan mereka.

Tahun ini pemerintah juga akan meningkatkan kualitas gelang agar tidak mudah lepas. Pada musim haji tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan 168.800 jamaah haji, 13.600 di antaranya adalah haji khusus. Dari jumlah itu sekitar 34,88 persen di antaranya atau 20.486 orang berusia di atas 60 tahun dan memiliki catatan penyakit.***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : antara.com
Kategori : SerbaSerbi
www www