Tausiyah Ramadan

Setiap Kita Adalah Dai

Setiap Kita Adalah Dai
Ustaz Muhadar AR, STH
Kamis, 09 Juni 2016 16:24 WIB

Ustaz Muhadar AR, STH

Menjadi seorang dai sangat bagus. Mereka adalah orang yang beruntung. Dai selalu mengajak orang lain untuk menjadi baik. Namun, suksesnya seorang dai tidak terlepas dari perilaku dan sikap dai itu sendiri.

Sebagaimana rasulullah, ketika menyuruh sahabatnya melakukan kebaikan, maka rasul orang yang pertama yang melakukan kebaikan itu. Contoh dalam keseharian, seorang ayah yang mengajak anaknya untuk salat. Si anak akan berpikir, akan bertanya dan melihat, apakah si ayah juga salat? 

Demikian pula seorang ibu yang menyuruh anak perempuannya menutup aurat. Si anak itu pun akan melihat pada si ibu, apakah ia sehari-hari juga menutup auratnya. Jadi ternyata keteladanan adalah sebuah sifat dan sikap yang luar biasa. 

Sebagaimana Allah befirman dalam surat Al Ahzab ayat 21.  “Sungguh pada diri rasullullah itu adalah terdapat suri tauladan yang baik”. Apa maksud suri tauladan yang baik? Karena rasul adalah orang yang mengajak seseorang kepada kebaikan. Mengajak umatnya kepada kebaikan dan rasul adalah orang yang pertama yang melakukan kebaikan itu. 

Ads
Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apa betul ketika kita mengajak saudara kita, anak kita, tetangga kita, mahasiswa kita, para karyawan kita untuk berbuat baik, kita adlah orang pertama yang melakukan kebaikan itu?. Kalau ia bersyukurlah. 

Selanjutnya sifat, dan sikap apa saja yang harus dimiliki oleh seorang dai? Agar orang yang diajak dai mengikuti apa yang diajak. Harus ada sifat dan sikap keikhlasan dalam dirinya. Ikhlas itu adalah berkerja dan hanya mengharap kepada Allah SWT. Berbuat bekerja, berupaya, berusaha, berharap hanya kepada Allah SWT. 

Sering kali seorang dai putus di tengah jalan dalam berdakwah. Sering kali seorang dai tidak bersemangat dalam berdakwah. Sering kali seorang dai berhenti di tengah jalan, tidak mau lagi mengajak orang ke jalan Allah. 

Persoalannya adalah pada keikhlasan hatinya. Kalau mereka mengajak seseorang ke jalan Allah karena ingin dipuji, begitu dia tidak dipuji, maka diapun berhenti. Kalau seorang dai mengajak orang lain ke jalan Allah karena mengharapkan fulus, ketika fulus itu tidak ada, maka dai inipun berhenti. 

Bila dalam mengajak oranglain ke jalan Allah karena alasan ingin dipuji, ingin di elu-elukan, ingin diberikan uang, materi dan sebagianya, itu bukan harapan dan cita-cita seorang dai. Yang namanya dai adalah mengajak baa illallah. Allahlah yang akan memberikan pencerahan kepadanya. Allah lah yang akan memberikan balasan kepadanya. Allahlah yang akan memberikan syurga kepadanya.  

Note: Anda bisa mengikuti tausiyah Ramadan ini secara lengkap di Lhokseumawe TV setiap hari pukul 17.00 WIB, dengan beragam tema.

Editor:TAM
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww