JAKARTA - Orang tua mana yang tak suka anaknya menjadi seorang miliarder setelah menjadi dewasa kelak. Makanya, kenali kebiasaan anak Anda mulai dari detik ini. Jika tanda-tanda seperti ini ada pada anak, nah siap-siaplah menjadi orang tua seorang miliarder. Waww...

Sesuai hasil dari sebuah penelitian yang digelar para ekonom dari University of Padua, Italia, ternyata anak-anak yang senang membaca buku cenderung menjadi kaya saat dirinya dewasa.

Melansir laman The Book Seller, Sabtu (4/6/2016), menurut studi yang dipublikasikan di Economic Journal ini, anak-anak yang gemar membaca buku memperoleh pendapatan lebih besar ketika dirinya tumbuh dewasa.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 6.000 pria yang lahir di sembilan negara di Eropa tersebut, berusaha mencari tahu berapa banyak buku yang dimiliki saat partisipan masih kanak-kanak.

Seluruh partisipan lantas dikategorisasi berdasarkan jumlah buku yakni, kurang dari 10, satu rak, lebih dari 100 buku, dua rak atau lebih dari dua rak buku.

Para ekonom, Giorgio Brunello, Guglielmo Weber dan Christoph Weiss memulai penelitian dengan hipotesa adanya dampak pendidikan pada pendapatannya seumur hidup. Penelitian tersebut
juga membedakan partisipan yang berasal dari kota besar dan pedesaan semasa kecilnya.

''Meskipun pembelajaran di sekolah memiliki dampak paling besar, tapi anak-anak yang memiliki banyak buku cenderung mendapatkan penghasilan lebih tinggi saat dewasa,'' terang para ekonom dalam jurnalnya.

Sementara itu, pendidikan yang lebih tinggi juga ikut mempengaruhi pendapatan dari sembilan persen partisipan pada penelitian tersebut.

Partisipan yang memiliki dan gemar membaca buku juga mendapatkan kenaikan gaji lebih besar saat dewasa. Saat partisipan dengan jumlah buku minim mendapatkan lima persen kenaikan gaji, responden dengan banyak buku mengalami kenaikan hingga 21 persen.

Selan itu, partisipan dengan jumlah buku lebih banyak saat kecil juga gemar berpindah ke kota dengan penghasilan yang lebih baik.

''Mungkin buku sangat penting karena buku mendorong anak-anak untuk membaca lebih banyak dan berdampak positif pada kecerdasannya. Singkatnya, rumah yang penuh buku dapat berpeluang meningkatkan kehidupan sosial ekonomi pemiliknya,''
tandas para peneliti.***