Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Kisah Nyata 6 Anak Manusia Dibesarkan Anjing, Monyet, Burung dan Serigala di Hutan Belantara

Kisah Nyata 6 Anak Manusia Dibesarkan Anjing, Monyet, Burung dan Serigala di Hutan Belantara
John Ssebunya (kanan), dibesarkan serigala. (merdeka.com)
Sabtu, 04 Juni 2016 09:08 WIB
JAKARTA - Dongeng Tarzan sang raja hutan sangat populer, yakni kisah bayi manusia yang dibesarkan hewan-hewan di hutan belantara.

Ternyata, kisah anak manusia dibesarkan hewan di alam liar bukan hanya dongeng, namun ada yang nyata. Berikut ini rangkumannya seperti dikutif dari situs oddee.com:

1. Natasha Dibesarkan Anjing

Pada 2009 seorang bocah bernama Natasha Mikhailova berusia lima tahun ditemukan warga berjalan telanjang di pinggiran Siberia. Dia tampak baru keluar dari sabana tak berpenghuni.

Ads
Dia minum air dan makan langsung dari mulut serta menggonggong. Ternyata anak perempuan asal Siberia itu telah dibesarkan oleh anjing sejak masih bayi.

Polisi menemukan fakta sejak bayi Natasha dikurung di sebuah kamar bersama anjing dan kucing, sebelum kemudian tumbuh besar di alam liar.

Ruangan itu tidak memiliki sistem pemanas dan tidak ada kamar mandi. Saat ditemukan Natasha tak bisa berbahasa Rusia (bahasa sehari-hari digunakan di Siberia). Dia juga mengerang dan menyalak saat dibawa oleh petugas.

Natasha dikurung di kamar itu oleh orang tuanya sendiri, Victor Lozhkin dan Yana Mikhailova.

2. Dirawat Burung

Seorang bocah asal Rusia berusia tujuh tahun dikenal sebagai anak burung. Dia ditemukan oleh seorang pekerja sosial. Bocah ini tidak bisa berkomunikasi bahasa manusia saat ditemui polisi pada 2008 di pinggiran Vladiwostok.

Dia hanya bisa menciap dan mengepakkan tangannya persis sayap burung.

Sejak bayi dia sudah tinggal di sebuah tempat kecil dikelilingi burung dan ibunya memperlakukan dia sebagai hewan peliharaan. Polisi mendapati namanya adalah Vanya Yudin. Bocah malang itu ditelantarkan oleh kedua orang tuanya.

3. Tarzan dari Uganda

John Ssebunya asal Uganda lari ke hutan saat usia empat tahun lantaran melihat sang ayah membunuh ibunya. Sambil menangis bocah trauma itu kabur masuk ke wilayah ternyata banyak dihunia pasukan monyet berbulu abu-abu. Ssebunya kelelahan dan tertidur di hutan itu.

Saat bangun, beberapa monyet sudah berada di dekatnya. Mereka memberikan buah-buahan dan kacang pada si kecil Ssebunya. Melihat kebaikan si monyet, bocah itu pun mulai merasa nyaman. Hari demi hari Ssebunya akhirnya mengikuti gaya hidup para monyet. Dia jadi jago memanjat pohon, menirukan suara hewan yang mengasuhnya.

Namun pada 1991 dia ditemukan oleh warga desa yang langsung menangkapnya. Ssebunya ketakutan namun warga berhasil menangkapnya. Didampingi oleh seorang peneliti sekaligus ibu dan bapak angkatnya akhirnya Ssebunya mulai kembali belajar menjadi manusia setelah lebih dari satu dekade hanya bisa berbahasa monyet.

4. Dirawat Kawanan Serigala

Pada 2007 polisi Rusia menemukan bocah berusia sekitar 10 tahun berada di tengah kawanan serigala. Saat ditangkap kuku anak itu amat panjang menyerupai cakar, giginya juga sangat tajam. Petugas memberikan nama padanya yakni Lyokha.

Belum diketahui darimana Lyokha berasal. Dia bahkan lari dari rumah sakit 24 jam setelah ditangkap dan hingga kini dia belum ditemukan. Banyak orang menduga Lyokha telah dibuang orang tuanya hingga akhirnya diadopsi sekawanan serigala.

5. Dua Anak Dirawat Serigala

Dua orang anak perempuan ini berumur 8 tahun dan 18 bulan, ditemukan di sarang serigala 'pada tahun 1920 di Midnapore, India.

Sosok keduanya dianggap inspirasi cerita Tarzan yang digubah oleh Edgar Rice Burroughs.

Kisah ini menuai banyak kontroversi karena umur mereka berdua berbeda jauh dan para ahli tidak menganggap bahwa mereka bersaudara.

Yang lebih mungkin bahwa mereka berdua diambil oleh serigala pada waktu yang berbeda.

Seperti banyak anak-anak liar lain,mereka dilaporkan sangat ingin kembali ke alam liar dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan cara hidup manusia.***
Editor : sanbas
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi
www www