Ini Beda Karyawan dan Wiraswasta saat Ajukan KTA

Ini Beda Karyawan dan Wiraswasta saat Ajukan KTA
Ilustrasi
Senin, 13 Maret 2017 08:23 WIB
JAKARTA - Kredit tanpa agunan (KTA) tidak hanya dapat diajukan oleh karyawan yang memiliki gaji. Sebab, wiraswasta pun sebenarnya bisa menerima pinjaman tanpa jaminan ini. Apa bedanya?Karyawan lebih mudah untuk menerima pinjaman KTA dibanding wiraswasta. Pernyataan itu memang bisa dibenarkan, sebab karena KTA merupakan produk pinjaman tanpa jaminan, maka status karyawan dan gaji itulah yang dijadikan jaminan bagi bank untuk menilai kemampuan kredit seseorang untuk membayar.

Karena itu, pada artikel sebelumnya CekAja menjelaskan tentang banyaknyakeuntungan KTA Payroll, yaitu kredit tanpa agunan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki pendapatan atau gaji yang ditransfer melalui bank yang diajukan.
Sebenarnya, KTA pun bisa diajukan oleh wiraswasta. Namun, ada yang membedakan pengajuan produk kredit konsumen ini bagi karyawan dan wiraswasta? Beda bank, ternyata beda syarat dan ketentuan. Dalam artikel ini, kami akan mengambil contoh dan membandingkan produk KTA dari 2 bank, yaitu Bank DBS dan BII.

Karena Tanpa Jaminan, Jadi Ada Pengganti Jaminannya

Ads
Telah disebutkan sebelumnya mengapa karyawan berpendapatan atau bergaji tetap lebih mudah menerima pinjaman ini. Satu alasannya adalah gaji tetap itulah yang dijadikan jaminan oleh bank. Bukan jaminan berbentuk benda, namun bank dapat menilai kemampuan kredit atau kemampuan membayar dari seorang debitur karena pendapatan tetapnya. Dari pendapatan yang dimiliki atau gaji yang diterima, bank pun dapat menghitung rasio kredit seorang karyawan.

Tidak hanya gaji, bank pun mensyaratkan minimal masa kerja. Idealnya, seorang yang mengajukan pinjaman memiliki masa kerja 2 tahun, atau minimal 1 tahun dengan masa kerja di pekerjaan sebelumnya adalah lebih dari 2 tahun.

Lalu, bagaimana dengan wiraswasta?

Untuk wiraswasta, catatan pendapatan dan masa kerjanya wajib dibuktikan dengan dokumen seperti TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Dari dokumen-dokumen tersebut, seorang wiraswasta dapat diketahui tentang pendapatan dan masa kerjanya.

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww