Cerbung Bagian ke-106

Nikah Siri: Dia Seperti Bukan Sosok Seorang Janda

Nikah Siri: Dia Seperti Bukan Sosok Seorang Janda
Selasa, 07 Maret 2017 21:25 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
SESAAT SITI NAMPAK TERCENUNG - seolah tak percaya. Tetapi nyata. Dia seolah tidak akan pernah lagi memimpikan bakal duduk di pelaminan, Itu tidak akan mungkin. Namun ternyata, Tuhan berkehendak lain. Justru yang selama ini dia disakiti, ternyata dikasihani NYA.''Kenapa merenung Ti...'' tanya Linda, sambil memperhatikan Siti yang merunduk.

''Rasanya aku belum yakin..'' suara Siti berkamit. Tak ditujukannya pada siapa pun desahannya itu.

''Ya.. sudahlah Ti. Syukuri saja. Tak perlu kau larut dalam ketidakpercayaan itu. Aku dan Linda tadi menjadi saksi apa yang dikemukakan keluarga Rizal'' Butet yang duduk disebelah Siti mengusap-ngusap bahu Siti. Dia terharu juga dengan khabar tentang apa yang tadi didengarnya.

Ads
''Ya... ya... aku percaya... Aku hanya merasakan ini masih sebuah mimpi sebelum keluargaku yang menyampaikan langsung...'' kata Siti.

''Penyampaian mereka, akan sama dengan khabar dari kami'' kata Linda.

''Mudah-mudahan ini bukan mimpi di siang hari'' kata Siti memandang Linda dengan bibir tersenyum manis.

***

TERNYATA - khabar yang didengar Linda dan Butet, menjadi kenyataan, sebab keluarga Siti telah menyampaikannya. Bahwa Siti dan Rizal bakal duduk di pelaminan. Dana yang disediakan keluarga Rizal memang tak tanggung-tanggung. Pernikahan itu bakal dilangsungkan secara besar-besaran.

Menjelang hari ''H''nya, rencana pernikahan ini juga akan dikhabari Siti pada Rusman dan keluarganya. Dan mengapa pada sore itu Siti dengan ditemani Linda dan Butet berencana untuk datang ke rumah Rusman.

''Sikap mu sungguh terpuji Ti..., padahal dulu ketika Rusman nikah dengan Ratna, dia sama sekali tak pernah memberitaukan kau bahkan minta izin pun tidak'' kata Linda. Saat itu mereka sedang menunggu taksi di ruang depan.

''Aku tidak akan membalas sikap Rusman itu Lin. Aku hanya ingin semua baik-baik saja. Dan berharap tidak ada lagi rasa sakit hati maupun dendam. Biarlah yang lalu berlalu. Aku ambil hikmah saja'' kata Siti sambil memperhatikan Icha di pangkuan Butet.

''Yahhh... aku salut atas sikap mu'' kata Linda lagi, sambil memperhatikan sosok Siti yang sore itu begitu anggun dengan mengenakan gaun terusan warna lila, penampilan Siti seolah dia bukan sosok janda, tetapi seorang gadis yang mempesona.

''Aku tak dapat membayangkan bagaimana kelak tanggapan keluarga Rusman dengan khabar pernikahan mu'' kata Linda sembari merapikan kerundungnya.

''Aku rasa biasa saja'' ujar Siti.

''Itu menurut kau. Tapi menurut ku, merekan pasti akan terkejut. Lihat saja nanti''

''Terkejut itu kan milik mereka Lin...'' sergah Butet tertawa seraya tegak dan menggendong Icha ke teras rumah. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww