Ternyata! Aedes Aegypti Bisa Jadi Bukan Satu-satunya Vektor Penularan Zika

Ternyata! Aedes Aegypti Bisa Jadi Bukan Satu-satunya Vektor Penularan Zika
Ilustrasi
Kamis, 02 Maret 2017 10:49 WIB
JAKARTA - Mewabahnya virus Zika di Brasil sejak akhir tahun 2015 bisa jadi bukan dikarenakan meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti. Studi dari Amerika Serikat menyebut ada kemungkinan spesies nyamuk lain juga berperan dalam mewabahnya virus Zika.Michelle V. Evans, kandidat Doktoral dari University of Georgia, Amerika Serikat, mengatakan wabah virus Zika tidak akan menjadi besar hanya karena satu spesies nyamuk saja. Ia menduga ada 26 spesies nyamuk lainnya yang juga turut berperan menularkan virus Zika ke seantero Brasil dan Amerika Selatan.

"Pesan yang ingin disampaikan melalui penelitian ini adalah ada beberapa spesies lain yang juga bisa menularkan Zika selain Aedes aegypti. Contohnya adalah Culex quinquefasciatus dan Culex pipiens yang umum ditemukan di mana saja," tutur Evans, dikutip dari EurekAlert!.

Penelitian dilakukan dengan melihat peta penularan virus nyamuk yang dianalisis oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) berdasarkan data yang diinput. Metode ini sebelumnya sukses memetakan prediksi wabah leptospirosis yang disebarkan nyamuk dan tikus.

Data yang diinput berupa jumlah spesies nyamuk di Brasil, karakteristik flavavirus (keluarga virus Zika) serta ancaman gigitannya kepada manusia.

Hasil penelitian menyebut total ada 35 spesies yang bisa menyebarkan virus Zika, dengan 26 di antaranya sebelumnya tidak pernah diketahui. Peneliti mengatakan hasil studi ini bisa menjadi bekal persiapan menyambut musim panas di mana populasi nyamuk dipastikan akan melonjak naik.

Bukan hanya nyamuk yang bertanggung jawab terhadap mewabahnya virus Zika. Dr Misha Rosenbach dari University of Pennsylvania menyebut perubahan iklim membuat bumi semakin hangat. Akibatnya, virus, bakteri, jamur dan parasit bisa menempati daerah-daerah baru yang sebelumnya terlalu dingin untuk mereka.

Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal American Academy of Dermatology, Dr Rosenbach juga menyinggung soal penyakit infeksi bersumber nyamuk yang kini mengancam Amerika Serikat bagian selatan. Ia menyebut ada indikasi nyamuk kini tidak hanya bisa hidup di daerah pantai, namun juga padang pasir yang panas di bagian tengah Amerika Serikat.

"Penyebaran nyamuk yang memicu penyakit dengue, chikungunya dan zika kini sudah semakin ke tengah, yang sebelumnya hanya ada di garis pantai bagian selatan. Kami menemukan laporan adanya kasus penyakit bersumber nyamuk di Texas dan Florida," urai Rosenbach lagi.

Ads
Editor:Sisie
Sumber:Detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww