Kisah Remaja 15 Tahun yang Idap Diabetes dan Meninggal Kelaparan

Kisah Remaja 15 Tahun yang Idap Diabetes dan Meninggal Kelaparan
Ilustrasi
Kamis, 02 Maret 2017 11:23 WIB
KANADA - Remaja laki-laki ini diketahui mengidap diabetes tipe-1. Namun orang tuanya disebut tidak berusaha mencari pengobatan hingga remaja ini meninggal dalam keadaan sangat kurus karena kelaparan.Kisah tragis ini terjadi di Kanada. Adalah Alexandru Radita, remaja berusia lima belas tahun yang diketahui meninggal karena kelaparan. Saat meninggal, berat badannya hanya 16 kg. Kematian itu terjadi pada 2013 lalu.

Seorang petugas kesehatan yang datang saat Alexandru dilaporkan meninggal melihat remaja itu begitu kurus. Perutnya begitu tipis, pipinya begitu tirus dan remaja itu kehilangan beberapa giginya. Dia mengenakan kaus dan popok. Matanya terbuka namun tidak lagi bernyawa. Demikian dikutip dari independent.co.uk.

Sejak awal hidupnya, Alexandru sudah didiagnosis diabetes tipe-1. Hanya saja orang tua menyangkal anaknya memiliki diabetes. Seorang dokter anak yang pernah merawat Alexandru menyebutkan ibu Alexandru pernah berkata bahwa dirinya dan Tuhan akan membuktkan diagnosis dokter tidaklah benar.

Pada Desember 2000, Alexandru dibawa ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Sembari perawatan medis dilakukan, orang tua Alexandru juga diajari cara merawat pasien diabetes. Namun tiga bulan kemudian, Alexandru kembali masuk rumah sakit.

Tiga tahun berselang setelah dirawat di rumah sakit lain, Alexandru berada dalam pengasuhan petugas sosial. Saat itu kesehatannya sudah membaik. Akan tetapi orang tuanya mengambil Alexandru dan mereka sekeluarga pindah ke kota lain, Alberta.

Laporan menyebutkan setelah pindah rumah, Alexandru tidak mendapat pengobatan yang memadai. Dia bahkan diisolasi di kamarnya sendiri. Orang lain tidak diizinkan melihatnya sehingga tidak ada yang bisa memonitor insulin treatment bagi Alexandru. Dia juga tak lagi datang ke sekolah, sebagai gantinya dia menjalani program sekolah online.

Ketika suatu hari anaknya sekarat, Emil dan Rodica pun tidak langsung menghubungi rumah sakit atau petugas yang berwenang. Mereka lebih memilih untuk berdoa, meski akhirnya mereka kemudian menelepon petugas.

Kasus kematian Alexandru dianggap tidak biasa. Meski benar remaja itu sakit, namun orang tuanya dianggap bersalah karena tidak berusaha mencari pengobatan yang memadai. Kedua orang tua Alexandru pun dibawa ke meja hijau.

Pada (24/2/2017) lalu, Emil dan Rodica dinyatakan bersalah atas kematian Alexandru. Keduanya terbukti selama bertahun-tahun membiarkan anak laki-lakinya yang mengidap diabetes tipe-1 kelaparan hingga akhirnya meninggal. Mereka lantas dihukum 25 tahun penjara tanpa pembebasan bersyarat.

Ads
Editor:Sisie
Sumber:Detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww