Miris, Guru di Pelosok Hanya Dibayar dengan Ucapan Terima Kasih

Miris, Guru di Pelosok Hanya Dibayar dengan Ucapan Terima Kasih
Ilustrasi
Selasa, 28 Februari 2017 11:03 WIB
BENGKULU - Dunia pendidikan sangat penting untuk mencerdaskan anak bangsa, termasuk anak-anak yang berada di desa pelosok atau terpencil. Seperti halnya, di Sp8 Trans Muara Sahung, Desa Cinta Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.Desa yang berjarak sekira 100 kilometer dari pusat kabupaten ini masih jauh dari sempurna. Khususnya, dalam dunia pendidikan. Bagaimana tidak? fasilitas sarana dan prasarana di sekolah ini sangat memprihatinkan.

Bahkan, di desa yang berjarak sekira 15 km dari pusat kecamatan ini, hanya terdapat bangunan sekolah dasar (SD), yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Lebih mirisnya lagi, bangunan sekolah itu sudah mulai rapuh termakan zaman.
Kondisi itu ditandai dengan bagian dinding bangunan sudah rapuh, atap sudah bocor, serta banyaknya dinding bangunan berlobang. Terlebih lagi, bangunan yang berukuran sekira 4 x 1,5 meter itu selalu berlumpur ketika dilanda hujan. Sebab, lantainya bangunan masih tanah kuning.

Meskipun demikian, bangunan reyot yang diinisiasi oleh dua 'Kartini' asal Desa Cinta Makmur, Ahliah dan Wiliarni itu diberikan pembatas papan untuk dijadikan kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal tersebut guna memberikan pelajaran kepada anak-anak di desa terpencil itu.

Ads
Tak kalah sedihnya, guru di sana hanya dibayar dengan ucapan terima kasih oleh orangtua murid setiap bulannya. Namun, hal tersebut tidak membuat surut empat guru yang masih berstatus honor untuk memberikan pelajaran kepada 45 murid SD, di desa yang dihuni oleh 125 Kepala Keluarga (KK) itu.

Hal tersebut, lantaran dari guru sama sekali tidak ada memungut biaya seperser pun kepada orangtua murid. Sehingga mereka mesti bekerja secara sukarela selama dua tahun sejak bangunan sekolah itu berdiri. Tepatnya, pada tahun Juli 2006 hingga Juli 2008.

Penginisiasi pembangunan SDN 129 Kaur, Ahliah (38) mengisahkan, awal mulanya pendirian sekolah tersebut karena jauhnya akses sekolah yang mesti ditempuh kalangan anak-anak di desa yang dihuni oleh 497 jiwa tersebut.

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww