Malaysia Sambut Kedatangan Raja Arab dengan Penjagaan Ketat

Malaysia Sambut Kedatangan Raja Arab dengan Penjagaan Ketat
Raja Salman, bersama dengan PM Malaysia Najib Razak, usai melakukan pemeriksaan pasukan penjaga kehormatan selama upacara penyambutan di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Februari 2017.
Senin, 27 Februari 2017 15:32 WIB
KUALA LUMPUR - Malaysia menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam agenda lawatan langka selama satu bulan ke Asia.Seperti dilansir Reuters, Ahad (26/2/2017) malam, Malaysia menjadi negara pertama yang dikungjungi Salman dalam tur ke sejumlah negara Asia.

Televisi negara Malaysia menayangkan siaran langsung kedatangan raja berusia 81 tahun itu saat menuruni pesawat bersama dengan rombongan delegasinya.

loading...
Raja Salman disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebelum memasuki iring-iringan berpenjagaan ketat dalam sebuah upacara kenegaraan di lapangan parlemen Malaysia.

Ads
“Saya bangga kerja sama dua negara berjalan dengan sangat baik,” kata Raja Salman dalam pidato di gedung parlemen Malaysia.

Ia juga memastikan Arab Saudi akan bekerja sama dengan Malaysia dalam masalah-masalah yang dihadapi oleh umat Muslim. 

Kunjungan tersebut menjadi yang pertama dilakukan Raja Arab Saudi ke Malaysia dalam puluhan tahun, dengan tujuan mencari investor Asia untuk menjual lima persen saham Aramco, sebuah BUMN milik negara itu, pada tahun 2018.

Penjualan saham tersebut dinilai sebagai penawaran umum perdana (IPO) saham terbesar di dunia.

Raja Arab Saudi terakhir kali berkunjung ke Malaysia pada 2006, yaitu Raja Abdullah, yang merupakan pendahulu Raja Salman, dengan membawa sebanyak 300 anggota delegasi.

Salah seorang narasumber di pemerintahan Malaysia mengatakan sebanyak 600 delegasi akan menyertai kunjungan Raja Salman selama empat hari di Malaysia, dengan kerja sama di bidang pengembangan energi akan menjadi agenda utama.

Perusahaan minyak Malaysia, Petroliam Nasional (Petronas) dan Aramco akan menandatangani sebuah kesepakatan pada hari Selasa untuk bersama-sama menjalankan program Pengembangan Terintegrasi Petrokimia dan Kilang Minyak Malaysia (RAPID).

Hubungan kedua negara menjadi sorotan dalam dua tahun terakhir setelah Arab Saudi terseret dalam skandal korupsi bernilai miliar dolar di 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah lembaga pendanaan negara yang didirikan oleh PM Najib.

Najib telah menampik segala tuduhan dalam kasus tindak pencucian uang yang kini diselidiki oleh sejumlah negara itu, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura.

Penyelidikan pemerintah menemukan dana sebesar hampir Rp9,8 triliun yang telah dikirim ke akun bank PM Najib pada tahun 2013 merupakan donasi dari keluarga raja Arab Saudi dan sebagian besarnya telah dikembalikan.

Usai mengunjungi Malaysia, Raja Salman akan berkunjung ke Jakarta dan Bali di Indonesia dari 1-9 Maret, dengan jumlah rombongan yang lebih besar yaitu 1.500 orang, diikuti perjalanan ke Jepang pada 12-14 Maret.

Editor:Sisie
Sumber:Tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww