Jakarta Musim Hujan, saatnya Tanggap terhadap Gejala Tifus

Jakarta Musim Hujan, saatnya Tanggap terhadap Gejala Tifus
Ilustrasi
Rabu, 22 Februari 2017 20:39 WIB
SELAIN flu, di musim hujan ada berbagai bakteri yang mampu menyerang tubuh, di saat sistem imunitas melemah. Salah satunya tifus. Bakteri yang ini bisa tinggal di dalam sel inang dan dapat berkembang menjadi tifus.Tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium. Hal ini disebabkan oleh perkembangan bakteri yang hidup di dalam usus dan aliran darah manusia.

Jika sudah terinfeksi, aliran darah menyebar ke jaringan dan organ. Gejala biasanya timbul setela 6-30 hari setelah terpapar bakteri. Dua gejala utamanya adalah demam dan ruam. Terkadang keduanya samar dengan gejala sakit demam berdarah.

Pasien biasanya mengalami demam tinggi dan mengalami peningkatan secara bertahap. Bahkan, demam bisa mencapai 40 C. Disertai pula dengan ruam yang berwarna bintik-bintik mewah mawar, terutama pada bagian leher dan perut.

Ads
Gejala lain yang bisa timbul antara lain sakit perut, sembelit, sakit kepala, kegelisahan, diare, dan muntah. Bila tifus tidak diobati, usus bisa menjadi berlubang dan dapat menyebabkan peritonitis atau infeksi jaringan yang melapisi perut.

Umumnya, pengobatan tifus cukup dilakukan dengan pemberian antibiotik dan istirahat total.

Nah, jika Anda masih dalam keadaan sehat, ada baiknya di musim hujan ini untuk tidak jajan sembarangan supaya terhindar dari tifus. Jangan lupa untuk membawa air minum untuk mencegah terjadinya tifus. Semoga sehat selalu! Demikian disadur dari Medicalnewstoday, Rabu (22/2/2017).

Editor:Sisie
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam
wwwwww