Cerbung Bagian ke-88

Nikah Siri: Bahkan Keduanya Sudah Sepakat akan Menikah

Nikah Siri: Bahkan Keduanya Sudah Sepakat akan Menikah
Selasa, 14 Februari 2017 19:55 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
SITI SEPERTINYA JATUH HIBA - dengan sikap Ibu yang nampak terpukul itu. Namun Siti sepertinya berupaya untuk tidak lemah dalam menghadapi kondisi seperti itu. Dia terus berupaya untuk tegar dan nuraninya tak dibiarkannya lagi tercabik-cabik hanya dikarenakan perasaan luluh.Kini antara Siti dan Ibu masih bungkam. Ibu tak sedikit pun menanggapi bicara Siti tadi. Sementara Bapak dan Ratna hanya diam saja. Tak ada yang bicara. Seolah keduanya membiarkan saja apa yang sedang terjadi antara Siti dan Ibu.

''Siti pahami perasaan Ibu. Karena Icha itu juga cucu Ibu. Dan seharusnya Ibu juga pahami perasaan Emak Siti, karena dia pun Neneknya. Biarlah untuk sementara kita berbagai kasih sayang terhadap Icha dan tak saling ingin memilikinya'' kata Siti setelah lama terdiam.

''Bagaimana Bu... Ibu iklaskan untuk sementara ini biarlah Siti merawat dan mengasuh Icha tanpa ada yang merasa berkecil hati dan berat hati diantara kita'' ujar Siti lagi sambil menggemgam kedua tangan mantan mertua perempuannya itu.

Ads
Ibu bagaikan tersentak dan terenyuh dengan sikap Siti yang mengganggam tangannya yang padahal selama ini hal semacam itu tak pernah terjadi.

''Yahhh... Ibu iklas. Tapi harapan Ibu, jika Ibu ingin bertemu dia. Siti izin kan ?'' akhirnya Ibu berucap sambil menatap wajah Siti dengan buncahan air mata yang kini menyeruak mengalir keluar tanpa bisa dibendungnya lagi.

Sepertinya perasaan dan hatinya runtuh dalam seketika disaat Siti menyentuh tangannya dan menggenggamnya erat sekali. Setahu bagaimana Siti serta merta memeluk tubuh itu. Keduanya berdekapan lama sekali. Seolah mereka sedang menumpahkan berbagai rasa yang selama ini membeku dan kini serasa mencair tanpa terkendali.

***

ICHA - sudah sembuh total dan kini berada dalam asuhan ibu kandungnya Siti. Bahkan Siti sudah menitipkan Icha pada Emak dan tak lagi bersama Cik Ijah. Terkadang, Siti tidur di rumah Emak dan terkadang pula kembali ke rumahnya. Siti sepertinya ingin Icha segera melupakan tentang Ibu Rusman. Dia ingin Icha melekat pada Emak yang juga neneknya.

Sebulan sudah Icha bersama Siti. Ternyata, Ibu Rusman memang tidak ada lagi menjenguk. Tak jelas mengapa. Siti semakin senang saja, kiranya keluarga Rusman tak lagi mengusiknya terutama dalam masalah Icha.

Begitu juga dengan Rusman tak lagi pernah meneleponnya. Ataukah ,Rusman tak perlu lagi menghubungi Siti disebabkan tak ada lagi urusannya dengan Siti. Kalau dulu dia acap menelpon mungkin dikarenakan masalah Icha.

Kehidupan Siti kian tenang dan tenteram. Masa lalu, biar lah berlalu. Sementara hubungannya dengan Rizal kian dekat saja. Bahkan keduanya sudah sepakat dalam waktu dekat akan menikah. Dan keluarga Siti sendiri tak keberatan jika Siti hidup sebagai suami isteri dengan Rizal. Karena mereka tau, Rizal lelaki yang bertanggungjawab. Bahkan disaat-saat Siti menghadapi prahara, Rizal masih tetap setia mendampingi Siti (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Kategori:Ragam
wwwwww