Cerbung Bagian ke-83

Nikah Siri: Ke Rumah Sakit Membawa Icha, Panasnya tak Turun-turun

Nikah Siri: Ke Rumah Sakit Membawa Icha, Panasnya tak Turun-turun
Kamis, 09 Februari 2017 20:25 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara
MALAM ITU- cuaca Kota Perkanbaru memang sedang tak bagus. Sejak sore tadi turun hujan. Namun sesaat berhenti. Tetapi ketika Siti - Bik Ijah dan Rizal yang malam itu sedang bergerak ke kediaman Rusman, hujan mendadak turun dengan lebatnya. Bagaikan dicurahkan dari langit.Rizal yang menyetir mobil terpaksa harus berjalan pelan, sebab butir-butir hujan yang menerpa kaca depan, seolah tak mampu disapu alat pembersih kaca.

Tak ada yang bicara saat itu. Mungkin juga karena suara hujan yang bisa mengganggu pembicaraan sulit di dengar. Atau bisa juga masing-masing perasaan mereka sedang terusik dan tak enak dengan masalah Icha.

Genangan air yang ngumpul di tengah jalan mulai mengganggu laju nya mobil. Arus air itu bagaikan riak air sungai yang terus meluncur di tengah jalan. Beberapa kali simbahan air menerpa kaca mobil ketika ada kenderaan dengan kencang menerabas banjir disebelah mobil yang dikendarai Rizal.

Ads
Siti yang duduk disebelah Rizal tampak begitu resah gelisah. Dari terpaan lampu jalan yang sesekali menerpa, terlihat Siti sesekali merunduk. Dan sesekali lama melihat kesamping kearah pohon-pohon kayu yang seolah berkejaran dengan mobil.

KETIKA SAMPAI DI DEPAN PINTU PAGAR RUMAH RUSMAN - Rizal menepikan mobilnya. Dan parkir agak beberapa meter.

''Jadi biar Siti saja dulu bersama Bibik yang ke dalam. Abang di sini saja dulu'' kata Siti sembari mengambil payung di bangku belakang yang diberikan Bik Ijah.

Sambil berpayung berdua dengan suasana hujan lebat dan angin kencang. Siti mencoba menolak pintu pagar yang sepertinya belum dikunci dari dalam. Lalu keduanya berjalan cepat menuju teras. Lampu teras yang terang benderang mempermudah Siti melihat tombol bel lalu memencetnya beberapakali.

Sesaat pintu terbuka dan dimulut pintu hadir seorang perempuan setengah baya. Siti tau kalau kalau perempuan itu pembantu di situ.

''Ohhhhh... Ibu... Masuk... dulu'' kata si pembantu dan sangat begitu hormat pada Siti. Mungkin dia tau kalau Siti itu isteri Rusman, walaupun mungkin dia tak tau jika Siti dan Rusman sudah pisah.

''Ngak apa di sini saja. Pak Rusman ada...?'' tanya Siti yang enggan untuk masuk.

''Ke rumah sakit membawa Icha. Panasnya tak turun-turun, Jadi Bapak dan kedua orang tua membawa Icha ke RSUD Arifin Achmad'' kata sang pembantu.

''Kapan...?''

''Belum lama sekitar setengah jam''

''Duhhhhh... kenapa tak dikabari...nya'' Siti jadi emosi dengan cara Rusman yang tak mengabarinya kalau Icha dibawa ke rumah sakit.

''Jadi bagaimana Bik. Apa kita ke sana...?'' tanya Siti kearah Bibik.

''Harus lah. Tapi telpon dia dulu. Apakah Icha diopname, lalu di ruang mana...?''

Siti segera mengambil Hp dalam tas tangannya dan mencoba menghubungi Rusman. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya...

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww