Cerbung Bagian ke-44

Nikah Siri: Dia Kepingin Tau Juga Usapan Omnya

Nikah Siri: Dia Kepingin Tau Juga Usapan Omnya
Sabtu, 31 Desember 2016 21:44 WIB
Penulis: Indra Wedhasmara

SESAAT Rizal agak terkesiap dengan sentuhan jemari itu. Kalau dulu…sentuhan itu Biasa saja. Tapi saat ini sepertinya ada sesuatu yang bergemuruh di dadanya. Suatu sentuhan yang sudah lama tak dirasakannya.

Padahal dulunya, saling bergandengan tangan itu. Bukan sesuatu yang luar biasa, karena keduanya memang pacaran. Tapi kali ini Rizal merasakan ada gejolak di banthinnya.

‘’Kenapa…?’’ Siti seolah berdesah sambil menyandarkan kepalanya di bahu Rizal. Seolah Siti tak merasakan, apa yang dirasakan Rizal. Dia hanya ingin menyalurkan kerinduan  sesaat setelah lama tak ketemu sang mantan kekasih.

‘’Kok…..kikuk gitu…..?’’ Siti mencoba mencandai Rizal yang nampak tak berkutik dengan sikapnya itu.

Ads
‘’Nggak lah…’’ Rizal mencoba senyum. Namun dia tak ayal pula merasakan betapa jemari Siti menggelitik gelitik di jemarinya.

‘’Sakit ngak…?‘’ Siti menjeling kearah Rizal sambil memegang dada mantan pacarnya itu. Rizal hanya mengangguk-angguk.

‘’Di sini…..?’’ Siti menepuk nepuk dada Rizal yang juga mengangguk. Dia jadi serba salah saat itu. Prilaku Siti membuat dia kikuk dan canggung.

Sesaat Siti seperti menarikkan tangan Rizal dan membawanya ke puncak perutnya yang menggunung.

‘’Dia kepingin tau juga usapan Om nya…’’ kata Siti sambil meminta Rizal mengelus-elus perut itu. Rizal semakin terhenyak.

‘’Kenapa….? Kok seperti keberatan…?’’ tanya Siti masih berbisik di telinga Rizal.

‘’Dia juga selama ini rindu sama Om nya…’’ kata Siti lagi dan merasakan betapa hangatnya elusan Rizal di puncak perutnya itu.

‘’Nanti kalau dia lahir. Mau kah Abang menemani Siti di rumah sakit….?’’ bisik Siti lagi sedikit berdesah. Seolah dia tak ingin kata-katanya ini di dengar Bik Ijah yang duduk didepan.

‘’Ya….. Mudah-mudahan…. Tapi bagaimana kalau si Rusman itu ada di sana….?’’ tanya Rizal.

‘’Rusman…? Ngapain dipikirkan dia. Dia juga tak pernah memikirkan anaknya…? Tak usah dilahirkan… Selama hamil saja dia juga tak perduli kok….’’ Siti kian menyandarkan kepalanya merapat ke bahu Rizal.

‘’Apapun masalahnya nanti. Abang harus ada. Paling tidak. Orang tak bertanya-tanya. Siapa ayahnya. Kalau Abang ada tentu orang menyangka abang lah ayahnya. Bagaimana mungkinSiti melahirkan tidak ada yang namanya suami….  Siti harap Abang mengerti dan faham maksud Siti’’ suara Siti mendadak serak. (Bersambung)

Cerita Sebelumnya... 

Cerita Selanjutnya...

Kategori:Ragam
wwwwww