Perkembangan Zaman, Becak Dayung Tidak lagi Beroperasi

Perkembangan Zaman, Becak Dayung Tidak lagi Beroperasi
Seorang tukang becak dayung sedang mencari penumpang.
Jum'at, 04 November 2016 19:28 WIB
Penulis: Ika Lubis
Zaman sekarang,transportasi sudah semakin meningkat. Kemewahan dan kenyamanan dari transportasi mejadi pertimbangan bagi para penumpang. Kita bisa melihat tidak lagi kita lihat angkutan umum yang buruk. Sekarang pun begitu, jarang sekali kita dapati becak dayung disekeliling kita yang digunakan sebagai alat transportasi. Dulu, transportasi beroda tiga ini umumnya ditemukan di sebagaian Asia, termasuk Indonesia.Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi yang menggunakan sepeda untuk menjalankannya. Di Sumatera, becak telah menjadi salah satu transportasi darat favorit warga. Dahulu, sebelum zaman berkembang dengan sangat pesat, becak masih menggunakan sepeda yang dikenal dengan becak dayung. Becak dayung adalah becak yang didayung oleh  pengemudinya. Di Sumatera, becak dayung memiliki model yang berbeda dengan becak di Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia karena pengemudinya berada di samping becak bukan di belakang seperti pada umumnya.

Seiring perkembangan zaman yang semakin canggih, becak dayung secara perlahan digantikan oleh becak mesin atau yang lebih dikenal dengan Betor (Becak bermotor). Hilangnya becak dayung disebabkan karena daya saing terhadap becak mesin yang bisa menempuh jarak jauh dengan waktu yang tidak lama. Sedangkan becak dayung sendiri, jarak tempuhnya relatif tidak jauh.

Tidak hanya itu, becak dayung juga tidak dapat digunakan di jalan yang ada tanjakannya, mengganggu kelancaran lalu lintas karena kecepatnnya yang rendah terutama di kawasan yang padat.

Ads
Di samping kekurangan becak dayung yang sekarang mulai jarang kita temui, becak dayung juga memiliki hal positif, yaitu ramah lingkungan karena merupakan angkutan yang tidak menimbulkan polusi emisi gas buang. Selain itu, becak dayung juga menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tidak terlatih. Misalnya di daerah pesisir pada musim angin para nelayan yang tidak melaut, maka mereka menarik becak. Demikian juga di daerah pertanian, saat kegiatan pertanian sedang tidak ada, banyak petani yang menggunakan waktu luangnya untuk menarik becak.
Editor:Arif
Kategori:Ragam
wwwwww