Kue Pancong, Makanan Betawi yang Bertahan di Asahan

Kue Pancong, Makanan Betawi yang Bertahan di Asahan
Kue pocong
Rabu, 19 Oktober 2016 18:58 WIB
Penulis: Bambang Edi Susilo
Kue Pancong adalah kue tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras dan kelapa. Kue tersebut dipanggang dengan api kecil sampai kering. Sangat gurih dan enak bila dimakan panas.Kue Pancong sering dijajakan lewat gerobak atau jaman dulu dengan pikulan. Dengan harga seribu perak sepuluh biji, kue tradisional yang gurih tersebut sangat murah dan meriah. Dengan ketradisionalan kue pancong tersebut semakin menambah penasaran bagi penikmat kuliner tanah air.

Kue Pancong saat ini hanya dijual oleh beberapa orang saja. Kalau  di kota-kota besar kue ini susah untuk dijumpai. Karena kue pancong lebih akrab dijual oleh pedagang-pedagang gerobak dan sepeda di pinggir-pinggir desa.

Cara memasak Kue Pancong pun tidak terlalu sulit. Karena bahan-bahannya mudah untuk dicari. Bahan dan bumbunya yaitu, 250 gr kelapa setengah tua diparut, 250 gr tepung beras PulenSari, 1 sdt garam, 600 mL santan, 2 lembar keju diiris pajang kecil.

Ads
Cara Memasaknya pun tergolong sangat mudah, campur kelapa parut dengan tepung beras PulenSari dan garam, aduk rata. Kemudian masukkan santan yang telah direbus sedikit demi sedikit hingga habis sambil diuleni. Lalu panaskan cetakan kue pancong, masukkan adonan kue pancong ke dalam cetakan. Beri irisan keju lalu tutup dengan tutup cetakan kue pancong. Setelah matang, angkat dan hidangkan.

Untuk menambah kenikmatan kue pancong, biasanya para penjual memberi adukan gula merah. Sehingga rasanya akan manis dan menggugah selera. Ditambah lagi dengan daun yang menjadi wadah untuk memakannya akan menambah keeksotisan kue ini. Biasanya untuk memakannya penjual menyediakan tusukan berupa lidi yang telah dirapikan.

Potensi kue pancong untuk dikembangkan sebagai salah satu kuliner khas Asahan sangatlah besar. Karena, kue pancong sangat mudah untuk dibuat dan tidak terlalu mahal bahan-bahannya. Kelapa sebagai bumbu pendukung utama Kue pancong juga sangat mudah diperoleh, karena Asahan termasuk salah satu sentra penghasil Kelapa di Sumatera Utara.

Tetapi tampaknya potensi ini belum cukup digali oleh Pemerintah Kabupaten Asahan. Padahal, ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga yang mau mengembangkan keahlian meracik Kue Pancong. Seperti halnya kalau kita jalan-jalan di Jawa. Kita akan disuguhi kue pancong yang sangat khas. Pemerintah provinsi di Jawa seperti Surabaya dan Bandung berhasil menjadikan kue pancong sebagai salah satu kuliner khas, sehingga para turis lokal dari Jakarta tidak malu-malu menyantap kue pancong ketika berkunjug ke Jawa.

Pemerintah Asahan perlu belajar banyak dari Jawa untuk mengubah Kue Pancong dari makanan biasa menjadi oleh-oleh khas Asahan. Sehingga kue pancong nantinya tidak lagi hanya menjadi makanan numpang lewat yang akan dilupakan jika tidak dikembangkan.

Editor:Arif
Kategori:Ragam
wwwwww