Home >  Artikel >  SerbaSerbi
Liputan Khusus Religi

Darul Mutaallimin, Pusat Kajian Kitab Kuning di Tanah Merah

Darul Mutaallimin, Pusat Kajian Kitab Kuning di Tanah Merah
Para santriwati memasuki kawasan dayah pesantren, di GampongTanah Merah.
Jum'at, 16 September 2016 11:46 WIB
Penulis: Helmi
PESANTREN Darul Mutaallimin di Gampong Tanah Merah, Kabupaten Aceh Singkil, merupakan salah satu dayah tertua di bidang pendidikan ilmu agama salafiyah murni. Di sini para santri maupun santriwati setingkat jenjang pendidikan ibtidaiyah sampai aliyah dibina untuk mengkaji kutubut turats (kitab-kitab kuning) dari berbagai disiplin ilmu.Yayasan Pesantren Darul Mutaallimin Tanah Merah didirikan oleh Abuya Syekh Bahauddin Tawar atau lebih dikenal dengan sebutan Abuya Tanah Merah pada tahun 1962 di atas lahan seluas 4 hektare. Namun dayah ini juga memiliki sekitar 40 hektare perkebunan kelapa sawit.

Abuya Bahauddin Tawar yang wafat pada 3 April 2008 silam itu, merupakan murid dari Abuya Syekh Muhammad Waly Al Khalidy (lahir 1916M wafat 1961M) guru di Pesantren Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Beliau belajar selama lebih kurang 12 tahun di Pesantren Darussalam sebelum mendirikan Pesantren Tanah Merah.

Perjalanan yang cukup panjang dan penuh perjuangan untuk mendirikan pesantren itu. Dengan kondisi masyarakat yang masih lemah nilai aqidahnya. Kondisi pada saat itu, masyarakat masih memiliki keyakinan kuat terhadap animisme dan mistiksisme, kepercayaan memuja-muja pohon, sungai dan praktek santet-santetan maupun perdukunan. Sehingga dengan kondisi lingkungan yang seperti itu, Bahauddin Tawar muda bersama istrinya Umi Khadijah memiliki keinginan besar bagaimana caranya merubah situasi dan kondisi masyarakat tersebut.

Ads
Pendiriannya itu juga mendapat dukungan semangat dari Tgk Mujab, Tgk Nyak Bambil dan para tokoh masyarakat pada waktu itu. Tiga tahun sebelum berdiri di Gampong Tanah Merah, Pesantren Darul Mutaallimin tahun 1959 masehi, sudah berdiri di Gampong Seping sekitar 10 kilometer arah ke dalam dari lokasi saat ini. Dan sekitar dua tahun sebelumnya juga sudah berdiri di Kuta Niur sebelum akhirnya dipindahkan ke Gampong Seping Kecamatan Simpang Kanan masih Kabupaten Aceh Selatan pada waktu itu.

Pendidikan Salafiyah Murni yang didalami di pesantren ini yakni, ilmu fiqih dengan Kitab Al Mahally, Kitab Ad Dusuqy dalam ilmu tauhid, Kitab Ibnu Aqil dalam ilmu nahwu dan lain-lainnya. Pengkajian bidang salafiyah murni di Darul Mutaallimin ini pun tetap terus dilaksanakan setiap pagi dan malam hari, sampai saat ini.

Hasilnya juga sudah dapat dilihat sendiri oleh seluruh lapisan masyarakat, lulusan dari pesantren ini sudah tersebar di seluruh pelosok Indonesia, khususnya Aceh dalam menyebarkan syiar Islam nya.

Untuk pembelajaran sekolah umum SMP dan MA, waktu belajar siang hari. Muatan kurikulum sesuai dengan kurikulum nasional saat ini. Sekolah setingkat SMP dan SMA di Darul Mutaallimin ini memikili posisi yang sederajat dengan sekolah-sekolah swasta maupun negeri lainnya. Termasuk kegiatan program ekstra kurikuler tahfizil quran, syarhil quran/pidato, khattil quran dan tilawatil quran termasuk kepramukaan.

Editor : Zainal Bakri
Kategori : SerbaSerbi
www www