Home >  Artikel >  Opini

Transformasi JNE di Era Digital

Transformasi JNE di Era Digital
Logo JNE
Senin, 30 September 2019 22:50 WIB
Penulis: Anita
ERA digital adalah keniscayaan yang harus hadir setiap lini, termasuk industri logistik. Hal ini guna mendongkrak peningkatan produktivitas dan daya saing berskala internasional. Apalagi, industri logistik juga makin mendapat tempat di hati konsumen karena tumbuhnya marketplace.
Pertumbuhan e-commerce sekarang ini tergolong dahsyat. Pertumbuhan yang sangat cepat ini karena masyarakat sudah menempatkan e-commerce sebagai gaya hidup. Bahkan ada yang menganggap, jika tidak ikut berbelanja online dinilai ketinggalan zaman.

Salah satu industri logistik yang telah menjadi bagian dari gaya hidup di era revolusi 4.0, dan telah menggunakan sistem digital adalah PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Perusahaan yang didirikan tahun 1990 ini, terus bertransformasi melayani masyarakat.

Kecepatan dan kehandalan layanan yang konsisten dan bertanggung jawab, membuat kredibilitas JNE semakin tinggi di mata pelanggan maupun mitra kerja. Seiring dengan peningkatan investasi asing, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan perkembangan teknologi informasi, serta beragam inovasi produk yang dikembangkan, kinerja JNE semakin tumbuh juga berkembang di kalangan dunia usaha maupun masyarakat Indonesia. Perkembangan dunia usaha dan gaya hidup masyarakat membuat permintaan penanganan kiriman semakin berkembang.

Ads
Branch Manager JNE Medan, Fikri Al-Haq Fachryana mengatakan, dengan semakin berkembang dan banyaknya marketplace atau online shopping yang menawarkan berbagai produk, membuat masyarakat sekarang semakin mudah dalam berbelanja. Dalam menyikapi hal ini, peran jasa logistik menjadi sangat dibutuhkan.

"Itu sebabnya sekarang ini jasa logistik dianggap sebagai bagian dari gaya hidup. Sebab, yang mengantarkan barang pesanan itu adalah logistik. Proses jual beli online, sekarang ini semakin meningkat terutama di era industri 4.0," ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya, logistik menjadi bagian dari gaya hidup, karena adanya tiga elemen yaitu penjual, pembeli dan logistik. Ketiga elemen tersebut tidak dapat tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena saling melengkapi dan menguntungkan. Jika salah satunya terputus, maka keberlangsungan ketiganya juga akan terganggu.

Dijelaskan Fikri, JNE punya banyak program, saat ini sangat konsen dengan usaha kecil dan menengah (UKM). "Setiap bulan kita punya program untuk UKM, yaitu JNE Ajak Online. Tahun ini, dari 33 cabang JNE di Sumatera Utara, kita sudah ajak UKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dengan melibatkan Dinas Koperasi setempat," terangnya.

Fikri menyebutkan, setiap kali mengadakan JNE Ajak Online, pihaknya menghadirkan 50 orang pelaku UKM. "Kita mengedukasi dan membuka mindset serta mengajak pelaku UKM, dari usahanya yang selama ini dijalankan secara tradisional untuk mencoba cara online. Tak hanya sebatas membuka mindset mereka, kita juga membantu mereka bisa tersambung dengan beberapa komunitas marketplace seperti Tokopedia, Lazada dan Bukalapak," jelasnya.

Lebih lanjut Fikri mengatakan, terkait dengan layanan JNE, ada beberapa layanan yang sangat diminati konsumen. Antara lain, layanan JNE Trucking (JTR) yang merupakan pengiriman dalam jumlah besar dengan menggunakan armada truk melalui darat dan laut dengan harga yang kompetitif. "Layanan ini banyak diminati, karena online shop itu kan jualannya dalam jumlah besar terutama yang bukan makanan. Akan tetapi, kalau untuk jenis makanan, tinggal pilih mau dikirim cepat sampai atau esoknya harus sampai," paparnya.

Editor : Fatih
Kategori : Opini
www www