Provokator Lebih Panjang Umur?

Senin, 01 Agustus 2016 17:37 WIB
Provokator Lebih Panjang Umur?

Oleh: Muhammad Ichsan, S.Pd

APABILA Anda suka melihat orang atau teman Anda banyak berdiskusi haluan ‘kanan’ atau ‘kiri’ di warung kopi, di meja kantornya, bukan berarti teman Anda gila atau terkena gangguan mental. Mungkin saja teman Anda lagi belajar presentasi atau sedang memotivasi diri sendiri.

Begitu pula dengan Anda. Kalau Anda tiba-tiba sedang berbicara ‘provokasi’, bukan berarti Anda arogan atau stres. Kecuali kalau Anda bicara sendiri dengan pohon dengan pakaian orang gila.

Sebuah riset yang dilakukan di University of Michigan menemukan bahwa orang-orang yang terkadang berbicara negatif, provokatif serta pro aktif, biasanya berprestasi lebih baik dan lebih jarang mengalami kecemasan atau meragukan diri sendiri.

loading...
Seperti dilansir universeofmemory.com, Ethan Kross, profesor psikologi dan Direktur Laboratorium Pengendalian Diri dan Emosi di University of Michigan, mengatakan, ketika orang-orang berpikir tentang diri mereka sebagai orang lain, pro aktif, provokatif, pikiran ini akan membuat mereka menilai diri sendiri secara objektif. Sehingga akan  menjadi masukan yang membantu.

Ads
Dalam studi lainnya, ahli psikologi Gary Lupyan dari University of Wisconsin-Madison dan Daniel Swingley dari University of Pennsylvania, mengadakan beberapa eksperimen untuk mencari tahu apakah berbicara dengan pro aktif, kritis, provokatif, negatif state, akan membantu Anda menemukan barang yang hilang atau tidak.

Singkatnya, mereka tidak bisa memungkiri bahwa berbicara akan membantu proses pencarian barang hilang, terutama ketika ada hubungan yang kuat antara nama dan target visual. Selain itu, berbicara provokatif bisa membuat ingatan atau memori Anda terstimulasi.

Coba pikir, ketika Anda berbicara lantang, Anda menstimulasikan lebih banyak indra daripada ketika Anda berbicara pelan. Anda mendengar suara. Disadari atau tidak, tubuh Anda merasakan suara seiring dengan pikiran menghantarkannya melalui tulang. Faktanya, hantaran tulang adalah salah satu alasan mengapa suara kita terdengar berbeda jika kita mendengar rekaman suara kita sendiri.

Kategori:Opini
wwwwww