Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Nenek 94 Tahun Tinggal Seorang Diri, Saat Dijenguk Cucu Ternyata Sudah Hangus Bersama Rumahnya yang Terbakar

Nenek 94 Tahun Tinggal Seorang Diri, Saat Dijenguk Cucu Ternyata Sudah Hangus Bersama Rumahnya yang Terbakar
ilustrasi
Senin, 06 Juni 2016 23:03 WIB

DENPASAR - Kebakaran rumah milik I Wayan Brata Subawa yang terjadi di Banjar Bisa Kelod, Desa Abang Songan Bangli di Bali menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Akibat insiden ini, neneknya bernama Ni Wayan Narba (94) tewas terpanggang.

"Selama ini nenek tinggal seorang diri, setiap hari juga kita kunjungi untuk beri makan. Tetapi hari ini, saya datang rumah sudah tinggal abu," ungkap Subawa, Senin (6/6/2016).

Katanya, sejak beberapa bulan ini korban yang sudah tua renta dan sering lupa ingatan. Tidak hanya itu, korban bahkan sulit berjalan itu tinggal seorang diri di rumah semi permanen ukuran 4 x 4 meter.

"Korban tinggal seorang diri di pondok, sedangkan keluarganya tinggal di desa sebelah," ujar saksi Ni Wayan Kaba.

Ads
Memang untuk lampu penerangan, sejatinya enam bulan lalu pihak keluarga sempat memasang bola lampu di rumah korban. Namun, oleh korban bola lampu itu sering disodok-sodok menggunakan kayu.

"Sering saya lihat nenek itu tonjok lampu dengan kayu. Dikiranya itu bulan ada di atas kasurnya," terang saksi.

Menghindari hal- hal yang tidak diinginkan, selanjutnya aliran listrik ke rumah yang di tempat korban diputus sejak 4 bulan lalu.

Saksi yang merupakan tetangga korban mengaku terkejut ketika melihat rumah yang dihuni korban terbakar dan kemudian saksi langsung berteriak minta tolong pada warga sekitar. Warga selanjutnya bahu membahu berupaya memadamkan api dengan alat seadanya tanpa bantuan pemadam kebakaran.

Setelah berjuang hampir 30 menit api dapat dipadamkan dan korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh hangus terbakar.

KBO Reskrim Polres Bangli, Iptu Ketut Purnawan saat dikonfirmasi, membenarkan kasus kebakaran itu. "Petugas dari Polsek Kintamani dibantu Reskrim Polres Bangli telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi," tegas Purnawan.

Dari keterangan saksi-saksi diduga kebakaran dipicu kondisi korban yang mulai pikun. Apalagi korban dikatakan senang menyimpan korek api. Lanjut Purnawan, diketahui pula kalau korban pada awal bulan Januari sempat membakar kamben miliknya menggunakan korek api.

"Untuk mengetahui lebih jelas penyebab kebakaran masih menunggu hasil Lab," tutup Purnawan.***

Editor : ridwan iskandar
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi
www www