Home >  Artikel >  SerbaSerbi

KASIHAN... Ditolak Rumah Sakit, Wanita Ini Akhirnya Meninggal di Mobil

KASIHAN... Ditolak Rumah Sakit, Wanita Ini Akhirnya Meninggal di Mobil
Polisi mengevakuasi mayat Erna dari mobil.
Selasa, 24 Mei 2016 21:00 WIB

PALEMBANG - Pengunjung Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada di pelataran Sungai Musi, Palembang, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan yang tewas tergeletak di dalam mobil. Kematian korban diduga karena sakit dengan ditemukannya sejumlah obat-obatan di pakaiannya.

Informasi yang dihimpun, korban bernama Erna (25). Dia datang dari Sungai Baung, Ogan Komering Ilir, menuju Palembang menggunakan speedboat, Selasa (24/5) pukul 14.00 WIB.

Setiba di dermaga 16 Ilir tepatnya di bawah Jembatan Ampera Palembang, korban berjalan sempoyongan. Melihat itu, warga beramai-ramai menggotongnya ke Rumah Sakit AK Ghani Palembang yang berada tak jauh dari lokasi.

Namun lantaran tak membawa kartu identitas, korban diduga ditolak pihak rumah sakit. Warga pun membawanya ke Rumah Sakit Moehammad Husin (RSMH) Palembang dengan menggunakan mobil travel yang biasa mangkal di BKB.

Ads
Namun dalam perjalanan, korban mengalami kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia. Warga pun memutuskan membatalkan ke rumah sakit dan kembali ke BKB.

"Waktu kami bawa ke RS AK Ghani ditolak karena tidak ada identitas. Pas mau jalan ke RSMH, dia (korban) meninggal, kami bawa lagi ke BKB," ungkap seorang saksi mata, Adi, Selasa (24/5).

Sambil menunggu kedatangan polisi, kata dia, jenazah korban didiamkan di mobil Daihatsu Xenia nomor polisi BG 1481 ZT. Hanya dalam hitungan menit, tubuh korban sudah kaku dan wajahnya membiru.

"Sore tadi, kira-kira dua jam setelah meninggal, polisi datang dan membawanya ke kamar mayat," ujarnya.

Kepala SPKT Polresta Palembang Aiptu Fajar mengungkapkan, dugaan awal korban meninggal karena sakit. Hal ini dicocokkan dengan penemuan beberapa jenis obat di pakaian korban.

"Untuk kepastiannya kita tunggu visum dokter. Nama korban Erna, namun belum tahu tinggalnya di mana," tukas Fajar.***

Editor : ridwan iskandar
Sumber : jpnn.com
Kategori : SerbaSerbi
www www