Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Sebut PNS Bermental Malas, Ketua MPR Terancam Dibully Ramai-ramai Oleh Jutaan PNS

Sebut PNS Bermental Malas, Ketua MPR Terancam Dibully Ramai-ramai Oleh Jutaan PNS
Zulkifli Hasan
Rabu, 03 Agustus 2016 11:15 WIB

JAKARTA - Sebut politisi jangan bermental malas seperti pegawai negeri sipil (PNS), Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga ketua Partai Amanat Nasional (PAN) menuai kritikan. Korps Pegawai Negeri RI (Korpri) mengaku geram atas pernyataan Zulkifli. Bila tidak segera klarifikasi, Ketua MPR ini terancam akan dibully seluruh PNS.

Dalam sebuah acara, Zulkifli Hasan menyatakan, profesi politikus tidak kalah hebat dengan profesi lain. Dari dokter, dosen hingga PNS dan lainnya. Terlebih, kerja politikus dalam setiap kebijakannya menghasilkan dampak besar. Khususnya bagi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat banyak. Karena itu, Zulkifli berharap kader parpol yang memilih profesi politikus untuk bekerja dengan baik.

"Jangan melakoni profesi sebagai politisi, tapi perilakunya seperti PNS, itu sangat keliru. Misalnya politisi tidak aktif kalau ketua umumnya tidak datang. Nah itu perilaku PNS," ujar Zulkifli.

Atas pernyataan tersebut, Ketua Umum Korpri, Zudan Arif Fakrulloh mengaku geram. Dia menganggap pernyataan Zulkifli tersebut dapat menimbulkan kemarahan kolektif di kalangan PNS.

Ads
"Saya memahami sepenuhnya kemarahan dan kegeraman saudara-saudara PNS semua. Saya membayangkan akan sangat mengerikan bila 4,5 juta PNS kemudian membalas mencela dan mem-bully Pak Zulkifli di media sosial yang bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak mendidik masyarakat," ujar Zudan dalam keterangan persnya.

Menurut Zudan, kalau sampai hal-hal yang tak diinginkan terjadi, berpotensi menurunkan kepercayaan dan simpati publik kepada pemimpin dan PNS. Hingga pada akhirnya bisa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu pria yang juga menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri ini, berharap PNS dapat menahan diri.

"Kami dari Dewan Pimpinan Korpri Nasional sedang bersurat kepada beliau (Zulkifli, red), meminta waktu beraudiensi dan memohon klarifikasi. Kami yakin setelah pertemuan nanti, duduk permasalahannya akan lebih jelas, mengingat konteks dan isi atas pernyataan (Zulkifli, red) seyogyanya harus dipastikan terlebih dahulu dari narasumbernya langsung," ujar Zudan.

Zudan juga mengajak seluruh PNS mendokan Zulkifli, agar hati dan pikirannya tetap jernih dan objektif memandang persoalan yang ada. "Agar beliau terbuka hatinya untuk mengangkat sesuatu tanpa menjelekkan yang lainnya. Saya yakin dan percaya pemimpin itu cerminan dari rakyatnya, maka mari perbaiki diri jika ingin memiliki pemimpin baik," ujarnya.

Mendapat respons keras dari kalangan Korpri, Zulkifli Hasan buru-buru mengklarifikasi. Ketua MPR ini membantah bila dirinya sudah mendeskreditkan profesi PNS. Menurutnya, ada salah kutip dari media yang memberitakan pernyataannya tersebut.

Bekas Menteri Kehutanan itu menjelaskan maksudnya, yaitu politisi dan birokrasi sangat berbeda bidang kerja dan pekerjaannya dalam artian positif. Birokrasi punya jam kerja dan ukuran prestasi kinerja yang jelas. Sementara politisi punya cara kerja sendiri.

"Politisi tidak bisa bekerja seperti birokrat. Sebab, birokrat punya jam kerja, disiplin dan nilai-nilai sendiri. Sedangkan politisi tidak mempunyai jam kerja. Mereka bisa bekerja kapan saja, siang malam, maupun akhir pekan," katanya. ***

Editor : ridwan iskandar
Sumber : rmol.co
Kategori : SerbaSerbi
www www