Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Tekad Kuat Antarkan Putri Penjual Es Tebu Kuliah di Keperawatan UGM

Tekad Kuat Antarkan Putri Penjual Es Tebu Kuliah di Keperawatan UGM
Ridha Wahyuningtias (kiri) bersama orangtua dan kedua kakaknya. (dream)
Sabtu, 30 Juli 2016 20:18 WIB
YOGYAKARTA - Ridha Wahyuningtias asal Pontianak, Kalimantan Barat, berminat menjadi perawat. Minat itu muncul lantaran dia kerap mengikuti kegiatan Pramuka dan sempat belajar pertolongan medis.

"Dari dulu sering ikut kegiatan Pramuka, sempat belajar tentang pertolongan medis juga, lalu jadi tertarik dengan ilmu kesehatan dan ingin menjadi perawat," ujar gadis yang kerap dengan sapaan Tias ini.

Dengan minat itu, Tias ingin mengembangkan kemampuan. Dia punya keinginan untuk bisa kuliah di Jurusan Ilmu Keperawatan. Dukungan dari para guru semakin menguatkan niatnya, meski sebenarnya orangtuanya cukup khawatir jika tidak bisa membayar kuliah Tias.

Ada niat pasti ada jalan. Pepatah itu yang dipegang oleh Tias. Dia lalu mencari informasi universitas mana yang memiliki program studi di bidang kesehatan dengan kualitas cukup bagus. Dia mendapat jawaban, universitas itu adalah Universitas Gadjah Mada.

Ads
Tias sempat hampir mengurungkan niat untuk kuliah di UGM. Ia sadar, orangtuanya tidak akan mampu membiayai kuliahnya nanti.

Tetapi, salah satu guru mendesak Tias untuk mendaftar. Guru itu juga memberikan informasi tentang beasiswa Bidik Misi. Akhirnya dia diterima sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM.

"Katanya disuruh daftar saja dulu, kalau untuk masalah biaya ada banyak jalan. Bisa cari beasiswa untuk kuliahnya," kata Tias.

Saat mendaftar, Tias sengaja tidak memberi tahu orangtuanya. Dia takut tidak mendapat jawaban yang memuaskan yaitu larangan.

Ketakutan ini didasarkan pada pengalaman dari dua kakaknya. Mereka sempat diterima kuliah di perguruan tinggi bergengsi di Pulau Jawa. Tetapi, mereka terpaksa mengurungkan niat dan memilih kuliah di perguruan tinggi setempat lantaran larangan merantau dari orangtua.

"Saya hanya khawatir, kalau kuliah jauh-jauh nanti bayar kuliahnya gimana, biaya hidup gimana, mereka tinggal di mana, kalau kos pasti banyak mengeluarkan biaya. Jadi, saya bilang kuliahnya di sini saja, biar tidak susah, tinggal mencari cara untuk membantu biaya kuliah," kata Ibu Tias, Sri Rosmiati.

Orangtua Tias merupakan pedagang es tebu. Ayahnya, Jumadi, telah menekuni usaha itu sejak 1992. Dia biasa berjualan di Alun-alun Kapuas yang menjadi objek wisata Kota Pontianak.

Jumadi mulai menggelar dagangan mulai pukul 15.00 WITA hingga malam hari. Penghasilannya cukup untuk menghidupi istri dan keempat anaknya, termasuk anak ketiganya, Tias.

Sayangnya, pendapatan yang dia terima setahun belakangan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Jumadi, bersama para pedagang lain dilarang berdagang di alun-alun.

Tetapi keluarganya tetap punya kebutuhan. Jumadi jelas tidak bisa berhenti berdagang. Alhasil, kini dia berjualan di tepi Jalan Komodor Yos Sudarso, dekat RSUD Pontianak dan SPBU.

Jalan itu terbilang cukup sepi. Jumadi hanya mengandalkan pelanggan lamanya dan beberapa pembeli yang merupakan pengunjung RSUD dan SPBU.

"Sekarang saya hanya bisa berjualan di depan gang, berjemur dari pagi sampai sore di pinggir jalan. Tapi pendapatannya ya memang jauh lebih sedikit," kata Jumadi.

Kehidupan keluarga Jumadi cukup sederhana. Meski begitu, dia tidak ingin anak-anaknya menempuh pendidikan hanya tingkat dasar ataupun menengah. Jumadi selalu mendorong anak-anaknya untuk menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Beruntung, dia dianugerahi anak-anak dengan niat kuat untuk pendidikan. Dengan begitu, dia hanya perlu mencari tambahan biaya agar anak-anaknya bisa kuliah.

"Kalau untuk kebutuhan lain, itu bisa dihemat-hemat. Yang penting anak-anak saya bisa sekolah," tutur Jumadi.

Mendengar Tias diterima kuliah gratis di UGM, hati Jumadi dan Sri luluh. Mereka akhirnya ikhlas melepas Tias untuk menuntut ilmu di Pulau Jawa.

Tias pun tak ingin orangtuanya terus khawatir. Dia berusaha meyakinkan ayah dan ibunya dengan bekal beasiswa Bidik Misi yang didapat dan dukungan dari kakak-kakak seniornya yang sudah berada di Yogyakarta.***
Editor : sanbas
Sumber : dream.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www