Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Ingat! Bawa Uang Tunai Rp100 Juta atau Lebih Didenda Rp300 Juta

Ingat! Bawa Uang Tunai Rp100 Juta atau Lebih Didenda Rp300 Juta
Ilustrasi uang tunai. (dream)
Minggu, 19 Juni 2016 12:32 WIB
JAKARTA- Setiap orang yang membawa uang tunai atau instrumen pembayaran lain senilai Rp100 juta atau lebih ke dalam atau ke luar negeri wilayah pabeanan Indonesia, wajib melapor kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bila tidak, maka akan didenda 10 persen dari instrumen pembayaran yang dibawa."Maksimum (denda) sebesar Rp300 juta," kata Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Deni Surjantoro, di Jakarta, dilansir dari situs setkab.go.id, Minggu, 19 Juni 2016.

Deni mengingatkan, sanksi administratif ini juga berlaku bagi setiap orang yang membawa uang tunai, yang angkanya lebih besar daripada yang diberitahukan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Sanksi administratif tersebut diambil langsung dari uang tunai yang dibawa dan disetorkan ke kas negara oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," kata dia.

Ads
Orang yang membawa uang tunai dalam mata uang rupiah sejumlah Rp100 juta atau lebih ke luar daerah pabean Indonesia, wajib melampirkan izin dari Bank Indonesia.

Sementara, orang yang membawa uang tunai rupiah sejumlah Rp100 juta atau lebih ke dalam daerah pabean Indonesia akan diperiksa keasliannya lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Ini semua tentunya dilakukan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang, menjaga dan memelihara kestabilan nilai uang rupiah, serta dalam rangka pengawasan lalu lintas peredaran uang termasuk pengawasan terhadap uang palsu," kata dia.

Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pemerintah mengatur segala bentuk pencegahan dan pemberantasan TPPU, termasuk pembawaan uang tunai dan instrumen pembayaran lain ke dalam atau keluar daerah pabean Indonesia.

Pasal 34 dan 35 UU Nomor 8 Tahun 2010 dengan jelas mengatur mekanisme pembawaan uang tunai senilai Rp100 juta atau lebih, baik rupiah maupun mata uang asing; atau instrumen pembayaran lain seperti cek, cek perjalanan, surat sanggup bayar, atau bilyet giro ke dalam maupun keluar daerah pabean Indonesia. Sesuai ketentuan kedua pasal tersebut, masyarakat diwajibkan untuk melapor kepada pihak Bea Cukai.

Selain itu, kewajiban pelaporan kepada Bea Cukai ini juga dilakukan dalam rangka menjaga dan memelihara stabilitas nilai uang rupiah serta pengawasan lalu lintas peredaran uang, termasuk pengawasan terhadap uang palsu. Hal ini sesuai dengan peraturan Gubernur Bank Indonesia Nomor 4/8/PBI/2002, yang mengatur mengenai persyaratan dan tata cara pembawaan uang rupiah yang keluar dan masuk wilayah pabean Indonesia.***

Editor : sanbas
Sumber : dream.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www