Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Menhan: Bikin Resah, Geng-geng Motor Harus Ditangkap, Dihabisi Saja Semuanya!

Menhan: Bikin Resah, Geng-geng Motor Harus Ditangkap, Dihabisi Saja Semuanya!
Ryamizard Ryacudu
Rabu, 08 Juni 2016 23:00 WIB

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengecam aksi pengeroyokan dan penikaman yang dilakukan geng motor terhadap anggota TNI AD Pusdiklat Passus, Pratu Galang. Dia pun meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas dan menangkap gerombolan geng motor itu.

"Geng-geng itu dihabisi saja semuanya karena itu meresahkan. Harus ditangkap semua itu," tegas Ryamizard di Kediaman Megawati, Menteng, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Menurutnya, aksi-aksi serupa harusnya diberantas habis sampai ke akar-akarnya. Hal itu, lantaran, geng-geng tersebut sangat meresahkan masyarakat. "Enggak boleh tuh, meresahkan," tegasnya.

Seperti diketahui, Pratu Galang menjadi korban aksi kejahatan jalanan di Kota Bandung. Anggota TNI AD Pusdiklat Passus itu meninggal dunia usai ditusuk gerombolan bermotor.

Ads
Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dustira Cimahi untuk mendapatkan perawatan, namun nyawa Galang tak tertolong.

Pratu Galang ini mengembuskan napas terakhirnya Minggu (5/6) kemarin sore. Peristiwa berdarah menimpa Pratu Galang terjadi pada Minggu (5/6) dini hari kemarin. Saat itu, Galang baru saja bertemu temannya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

"Anggota kami ini baru pulang di Jalan Asia Afrika Bandung sekitar pukul 01.30 WIB. Ketika di perbatasan Cimahi-Bandung atau di sekitaran Jalan Rajawali, di situ anggota kami dihentikan sekelompok orang bermotor yang tidak tahu permasalahannya apa," kata Kapendam III Siliwangi Letkol Arh Mohammad D Aryanto saat dikonfirmasi, Senin (6/6).

Tanpa ampun lanjut dia, Galang tiba-tiba dikeroyok dan mendapatkan tikaman dari gerombolan motor tersebut. Tubuh Galang ambruk. Gerombolan bermotor itupun pergi meninggalkan korban dengan cucuran darah di tubuhnya.

Menurut dia, korban sempat ditolong warga ke Rumah Sakit Rajawali Kota Bandung. Hanya saja korban diharuskan dirujuk ke RS Dustira milik TNI di Kota Cimahi.

"Pengeroyok itu siapa saya tidak tahu. Yang pasti mereka bergerombol. Saya tidak bisa sebutkan itu geng motor atau apa," katanya sambil menegaskan korban sudah diboyong keluarga ke kampung halamannya di Ponorogo, Jawa Timur.***

Editor : ridwan iskandar
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi
www www