Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Mau Diet, Hindari Mie Instan saat Malam Hari

Mau Diet, Hindari Mie Instan saat Malam Hari
Ilustrasi mie instan.
Selasa, 24 Mei 2016 12:45 WIB
Penulis: Arif
Keadaan lapar saat malam hari membuat kita mencari makanan yang enak namun tak membuat badan gemuk, salah satu yang banyak dipilih adalah mie instan.Pemilihan tersebut dianggap solusi menghindari nasi yang dapat menggemukkan. Namun jika kita lihat kandungan kalori yang terdapat pada mie instan, maka mie instanlah yang dapat menggemukkan.

Berikut kandungan kalori yang terdapat pada nasi dan mie instan :

Sajian mie instan sebanyak 70 gram atau satu kemasan, mengandung 370 kalori. Sementara, nasi putih dengan berat yang sama, hanya mengandung 91 kalori. Dari kandungan awal terlihat kalori mie instan lebih tinggi dibandingkan nasi.

Ads
Kemudian jika dilihat dari segi penyajian mie instan yang dibarengi dengan telur dan bahan-bahan lain, seperti sosis, kornet, atau keju yang tentunya menambah kandungan kalori. Kemudian, ada lagi kebiasaan khas masyarakat di Indonesia, yang mencampurkan mie instan dengan nasi, sehingga kalorinya yang dikonsumsi menjadi berlipat.

Padahal dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan dan camilan di antaranya, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Kemudian jika dilihat dari kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi pada mie instan yang biasa disajikan dengan kaldu instan umnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Salah satu mie instan yang banyak dikenal di masyarakat Indonesia, yakni mencapai sodium 1.080 mg atau sekitar 45% dari kebutuhan keseluruhan sehari, dalam setiap kemasan seberat 91 gram.

Kelebihan asupan sodium sendiri memiliki risiko yang berbahaya bagi tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal, memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Meski demikian, makan nasi putih berlebihan bukan berarti bebas risiko penyakit. Peneliti membandingkan masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap hari, dengan masyarakat negara Barat yang hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu. Hasilnya, risiko diabetes lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi lebih banyak nasi. Bagi yang berisiko tinggi,  sebaiknya memperhatikan makanan pantangan bagi diabetes, termasuk konsumsi nasi putih berlebih. Para ahli menyarankan pengganti nasi putih, yaitu produk makanan dari biji-bijian utuh.

Kini dikenal istilah panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, yang mudah dipraktikkan sehari-hari. Nasi atau karbohidrat jenis lain hanya diperbolehkan memenuhi ¼ piring makan, ¼ lagi diisi dengan protein. Sisanya, ½ piring lagi dipenuhi dengan sayuran dan buah.

Setelah membaca kandungan kalori masing-masing pilihan, kini sudah tahu kan apa yang harus dipilih saat merasa lapar?

Sumber : Alodokter.com
Kategori : SerbaSerbi
www www