Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Tersangka Tak Dicap 'Teroris', Ini 5 Fakta Pembunuhan Imam New York

Tersangka Tak Dicap Teroris, Ini 5 Fakta Pembunuhan Imam New York
Maulama Akonjee (kiri), imam masjid di Queens, New York, yang dibunuh usai salat. [Financial Express]
Rabu, 17 Agustus 2016 09:07 WIB
NEW YORK - Oscar Morel, 35, tersangka pembunuh imam masjid di Queens, New York, Maulama Alkonjee, 55, telah ditangkap kemarin. Polisi New York tidak menyebut pembunuhan itu sebagai aksi “terorisme” dan motif pembunuhan belum juga terungkap.
Alkonjee dan asistennya, Thara Uddin, 64, meninggal setelah ditembak dengan pistol di kepala bagian belakang. Penembakan terjadi Sabtu lalu, ketika keduanya meninggalkan Majid Jame Al-Furqan, di Queens, usai menjalankan ibadah salat.

Polisi New York ragu jika kedua korban dibunuh karena iman mereka. Polisi bahkan menduga, kasus ini sebagai upaya perampokan. Meski anehnya, uang ribuan dolar yang dibawa Alkonjee tidak diambil pelaku setelah beraksi.

Oscar Morel, diketahui berasal dari Brooklyn. Belum terungkapnya motif pembunuhan ini, spekulasi telah menyebar luas di media AS, di mana ada yang meyakini Morel seorang pembunuh bayaran.

Polisi mengatakan pistol yang ditemukan diyakini sebagai senjata yang digunakan untuk membunuh Alkonjee dan asistennya. Pakaian Morel juga cocok dengan deskripsi tersangka. Morel telah didakwa melakukan pembunuhan ganda.

Dalam konferensi pers hari Senin 15 Agustus 2016, polisi menunjukkan sosok Morel, namun pria itu tidak menjawab setiap pertanyaan wartawan.

Meskipun spekulasi sudah menyebar, ada lima fakta terkait Morel dan pembunuhan terhadap Alkonjee. Berikut lima fakta itu.
1. Morel Ditangkap setelah Mobilnya Dilacak

Tersangka melarikan dari lokasi penembakan Alkonjee secara tergesa-gesa. Mobilnya menabrak pengendara sepeda yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Dari keterangan pengendara sepeda inilah, polisi membuat deskripsi tersangka dan melacaknya.

Polisi menangkap tersangka ketika melihat mobil yang dikemudikan Morel sama dengan deskripsi yang diceritakan pengendara sepeda, yakni mobil GMC sport warna hitam. Morel diperintagkan menyerah dengan todongan senjata.

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, putra tertua Akonjee mengatakan bahwa keluarganya ingin tahu motif pembunuhan, termasuk dugaan apakah Morel seorang pembunuh bayaran atau bukan.

2. Morel Tinggal di Apartemen Bawah Tanah dan Terkait Narkoba

Pada konferensi pers, para pejabat polisi mengatakan bahwa Morel bekerja di sebuah gudang. Dia tinggal di sebuah apartemen bawah tanah di Brooklyn. Menurut The New York Daily News, Morel sebelumnya bermasalah dengan hukum atas tuduhan pelanggaran narkoba.

Pistol yang diduga digunakan untuk beraksi ditemukan di ronggal dinding di apartemen Morel. Video rekaman yang diambil saat itu imam Alkonjee dan asistennya ditembak menunjukkan tersangka menarik pistol sambil berjalan di belakang kedua korban. Sesaat kemudian, kedua korban tersungkur ke tanah.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Sumber : sindonews.com
Kategori : SerbaSerbi
www www