Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Kenakan Pakaian Muslim, Kelompok Anti-Islam Australia Bikin Onar di Gereja Saat Pendeta Berkotbah

Kenakan Pakaian Muslim, Kelompok Anti-Islam Australia Bikin Onar di Gereja Saat Pendeta Berkotbah
(republika.co.id)
Senin, 15 Agustus 2016 19:50 WIB
NEW SOUTH WALES - Pemrotes sayap kanan yang mengenakan pakaian Muslim mengejek dan meneriakkan slogan-slogan anti-Islam. Mereka menyerbu sebuah gereja di pantai timur Australia, Ahad (14/8). Para pengunjuk rasa membuat layanan di Gereja Anglikan Gosford di Sentral Coast, negara bagian New South Wales terganggu.

Seperti diberitakan laman BBC News, sekitar 10 orang memasuki gereja dan pura-pura berdoa sambil memainkan rekaman bacaan Alquran melalui pengeras suara. Mereka mengganggu misa pagi di gereja yang secara luas dikenal karena mendukung multikulturalisme, pengungsi dan pencari suaka.

Partai untuk Kebebasan yang merupakan anti-Islam dan anti-imigran mengunggah foto dan video insiden tersebut di media sosial, mengklaim insiden merupakan demonstrasi menentang dukungan gereja untuk para pemimpin Islam dan multikulturalisme. Di halaman Facebooknya, mereka menggunakan senator anti-imigrasi One Nation Pauline Hanson sebagai gambar profil.

Para perusuh menyindir kebijakan perbatasan garis keras Australia seperti tertulis "Neraka ada, dan itu di Nauru".

Ads
Pendeta Rod Bower mengatakan, anggota Partai untuk Kebebasan masuk ke dalam gereja sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat, saat dirinya berkotbah. "Menggunakan pengeras suara, mulai menyalahkan saya khususnya untuk pekerjaan yang kami lakukan, mereka melanggar ruang suci kami," ujarnya dilansir dari Sydney Morning Herald/, Senin (15/8).

Rod mengatakan insiden di gerejanya meneror para jemaat dan membuat beberapa cukup trauma, terutama orang tua. "Mereka terkejut," katanya kepada Australian Broadcasting Corp.***
Editor : sanbas
Sumber : republika.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www