Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Bencana Fatal Akan Terjadi, Sebuah Batu Meteor Sepanjang 120 Meter Bakal Menabrak Bumi 2 Agustus 2016 Ini, Efeknya Berpotensi 'Kiamat'

Bencana Fatal Akan Terjadi, Sebuah Batu Meteor Sepanjang 120 Meter Bakal Menabrak Bumi 2 Agustus 2016 Ini, Efeknya Berpotensi Kiamat
ilustrasi
Jum'at, 29 Juli 2016 09:15 WIB
WASHINGTON - Bencana fatal akan terjadi. Sebuah batu meteor besar yang panjangnya sekitar 120 meter bakal menabrak bumi pada 2 Agustus 2016 ini. Efeknya berpotensi terjadi 'kiamat'.Menurut pengawasan para astronom, batu meteor besar dari luar angkasa terus bergerak, yang berubah jalur pengorbitannya. Objek tersebut diperkirakan akan menabrak bumi yang mengakibatkan bencana yang fatal.

Seperti dilansir dari Caily Star, Kamis (28/7/2016), ilmuwan NASA menyebutkan batu meteor tersebut terus bergerak mendekati arah bumi dan akan semakin dekat pada 2 Agustus 2016.

Para ahli mengatakan jika terdapat sesuatu yang panjangnya melebihi 100 meter, dan menabrak Bumi. Itu dapat diperkirakan mengakibatkan efek yang sangat fatal dan berpotensi terjadinya 'kiamat'.

Ads
Efek terbesar yang paling terasa ialah menyemburnya debu ke atmosfer yang mengakibatkan menurunnya temperatur suhu udara hingga 8 derajat celcius secara global.

Kejadian tersebut, menurut para ilmuwan, akan terjadi selama beberapa tahun dan menjadikan Bumi lebih dingin dan lebih gelap daripada biasanya.

Terdapat asteroid lainnya bernama 2016 NX22, yang akan menghindarkan batu tersebut dengan melewati jarak aman dari Bumi. Asteroid tersebut kabarnya akan menabrak batu meteor dan memantulkannya sejauh 4,5 km.

Meskipun begitu, karena ukurannya yang cukup besar, masih terdapat potensi asteroid berbahaya sepanjang 100 meter.

Sebelumnya, NASA pada tahun lalu meragukan adanya asteroid atau komet yang akan menghantam Bumi. Badan antariksa Amerika Serikat itu mengatakan bahwa tidak ada objek luar angkasa yang menghantam bumi selama beberapa ratus tahun.

''NASA mengetahui tidak akan ada asteroid atau komet yang saat ini akan menabrak Bumi, sehinga kemungkinan bencana tersebut sangatlah kecil,'' ungkap salah seorang juru bicara NASA.

''NASA juga telah membuat prioritas pendeteksi asteroid dan pengembangan strategis untuk mengidentifikasi asteroid yang dapat menimbulkan risiko kepada planet kita,'' tambahnya.***

Editor : Hermanto Ansam
Kategori : SerbaSerbi
www www