Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Terancam Disapu Topan Super Nepartak, 500 Ribu Warga China Dievakuasi

Terancam Disapu Topan Super Nepartak, 500 Ribu Warga China Dievakuasi
(detik.com)
Sabtu, 09 Juli 2016 21:28 WIB
BEIJING - Topan super Nepartak mendekati wilayah Provinsi Fujian, China bagian timur, dengan membawa angin kencang dan hujan deras. Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi akibat topan ini.Dilaporkan kantor berita China, Xinhua, seperti dilansir Reuters, Sabtu (9/7/2016), sedikitnya 420 ribu warga dari empat kota setempat, termasuk ibukota Fuzhou terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Lebih dari 300 rangkaian kereta cepat, kemudian 400 penerbangan dan nyaris 5 ribu operasional bus dibatalkan akibat topan ini.

Topan Nepartak ini menyentuh wilayah Fujian sesaat sebelum pukul 14.00 waktu setempat. Xinhua melaporkan, topan ini menerjang kota Shishi dengan membawa angin berkecepatan 100 kilometer per jam. Hujan deras dengan curah hujan lebih dari 250 milimeter terus mengguyur wilayah Putian selama 4 jam sejak Sabtu (9/7) pagi waktu setempat.

Ads
Risiko Badai Tropis mengkategorikan topan Nepartak ini sebagai kategori 5, yang merupakan kategori tertinggi. Namun topan ini dilaporkan melemah ketika melintasi wilayah Taiwan dan Provinsi Fujian, China. Di Taiwan, topan ini memicu korban jiwa sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Otoritas setempat memperkirakan topan ini akan memicu banjir parah di sebagian wilayah China bagian tengah dan timur, khususnya kota Wuhan. Badai topan semacam ini cukup sering melanda wilayah Laut China Selatan pada pertengahan tahun, dengan perairan cenderung menghangat.

Beberapa tahun sebelumnya, badai topan seringkali memicu banyak korban jiwa di China. Namun beberapa waktu terakhir, pemerintah China memberlakukan evakuasi paksa dan melakukan serangkaian langkah pencegahan jauh sebelum badai melanda, yang banyak menyelamatkan nyawa.

Tahun 2009 lalu, topan Morakot memicu kehancuran besar di wilayah Taiwan bagian selatan dan menewaskan 700 orang serta memicu kerusakan senilai US$ 3 miliar. ***

Editor : sanbas
Sumber : detik.com
Kategori : SerbaSerbi
www www