Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Pria Muslim Diusir Saat Belanja di Supermarket

Pria Muslim Diusir Saat Belanja di Supermarket
(republika.co.id)
Rabu, 08 Juni 2016 12:30 WIB
LONDON - Seorang pria Muslim Inggris keturunan Pakistan mengalami insiden tidak menyenangkan akibat Islamophobia. Peristiwa tersebut terjadi di supermarket di London Timur akhir pekan lalu.

Pria keturunan Pakistan diketahui bernama Zubair Munsif. Seperti dilansir dari the Telegraph, Zubair berasal dari Bristol, namun dibesarkan di Wales.

Saat itu, di cabang Morrisons di Walthamstow, Zubair sedang melakukan percakapan dengan temannya. Kemudian seorang pria pensiunan mendekatinya dan menanyakan apakah Zubair seorang Muslim. Zubair menjawab ya bahwa dirinya Muslim. "Kembalilah ke tempat asalmu saya benci Islam," kata pria pensiunan itu kepada Zubair.

Zubair menjelaskan sedikit mengenai latar belakang ia dan keluarganya. Keluarganya pindah ke Cardiff saat Zubair akan memasuki usia tujuh tahun. Zubair juga pernah tinggal di Manchester dan Hull.

Ads
Di London, Zubair mengaku sudah tinggal selama sembilan tahun. Jadi Zubair menganggap dirinya bangga sebagai penduduk London.

Zubair bingung saat pria pensiunan itu menyuruhnya kembali tempat asal. "Kembali ke tempat asalmu aku sedikit bingung dimana saya harus pergi," ucapnya.

Zubair pernah menjadi salah satu anak Asia di sekolah SMP dan SMA. Etnis minoritas pada awal tahun 1990-an tidak pernah ada persoalan terkait agama yang dianut Zubair.

Sikap anti Islam dan imigran jelas baru saja terjadi. Imigran dinilai akan menjadi ancaman bagi penduduk setempat karena pada akhirnya mereka akan mengambil pekerjaaan dan perumahan.

Dari sini juga sikap anti Islam pun muncul. Orang-orang akan lebih mempercayai pendapat Nigel Farage, Boris Johnson dan Donal Trump. Muslim dan imigran dipandang sebagai setan yang menakutkan.

Keluarga Zubair datang ke Inggris pada tahun 70-an bersama etnis minoritas lainnya. Mereka hidup menderita, mengalami pelecehan rasial dan diskriminasi.

Meski demikian, mereka tetap bekerja keras dan membangun hidup lebih sukses untuk memberikan kontribusi yang positif kepada negara. Mereka menganggap Inggris sebagai rumah.

"Saya bangga menjadi orang Inggris. Saya bangga menjadi seorang Muslim Inggris. Saya bangga menjadi seorang Muslim Inggris Pakistan," katanya.***
Editor : sanbas
Sumber : republika.co.id
Kategori : SerbaSerbi
www www