Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Presiden Filipina Sebut Wartawan Penerima Suap Bajingan, Pantas Dibunuh

Presiden Filipina Sebut Wartawan Penerima Suap Bajingan, Pantas Dibunuh
Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte. (detik.com)
Rabu, 01 Juni 2016 13:31 WIB
MANILA - Pekan lalu, seorang reporter ditembak mati di Manila, ibukota Filipina. Menanggapi hal itu, Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte menegaskan mendukung pembunuhan para jurnalis yang korup. Dicetuskannya, wartawan-wartawan korup sah untuk menjadi target pembunuhan.

Duterte yang menang telak dalam pemilihan presiden 2016, telah berjanji akan menghentikan kejahatan dalam waktu enam bulan dengan membunuh ratusan ribu tersangka pelaku kejahatan. Pria berumur 71 tahun itu berulang kali bersumpah akan membunuh para pengedar narkoba, pemerkosa, pembunuh, wartawan korup dan penjahat lainnya.

Dalam konferensi pers untuk mengumumkan susunan kabinetnya, Duterte mengatakan, para jurnalis yang menerima suap atau terlibat dalam aktivitas korup lainnya, juga pantas untuk mati.

"Hanya karena Anda jurnalis, Anda tidak terbebas dari pembunuhan jika Anda seorang bajingan," cetus Duterte seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/6/2016).

Ads
Hal itu disampaikan Duterte ketika ditanya mengenai bagaimana dia akan menangani masalah pembunuhan jurnalis di negeri itu.

Filipina merupakan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Sebanyak 174 wartawan telah tewas sejak demokrasi yang marak korupsi menggantikan kediktatoran Ferdinand Marcos tiga dekade lalu.

"Kebanyakan mereka yang tewas, sejujurnya, telah melakukan sesuatu. Anda tak akan dibunuh jika Anda tak berbuat salah," ujar Duterte seraya menambahkan, banyak jurnalis di Filipina yang korup.

Duterte pun menyinggung tentang kematian Jun Pala, jurnalis dan politisi yang dibunuh di kota Davao pada tahun 2003. Saat itu, pria-pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor menembak mati Pala, yang merupakan pengkritik keras Duterte. Pelaku pembunuhan Pala tak pernah terungkap.

"Jika Anda jurnalis yang lurus, tak ada yang akan terjadi pada Anda," cetus Duterte.

Duterte juga menegaskan, ketentuan mengenai kebebasan berekspresi dalam konstitusi tidak lantas melindungi seseorang dari pembalasan keras atas fitnah. "Konstitusi tak lagi bisa melindungi Anda jika Anda tidak menghormati seseorang," tandasnya.***
Editor : sanbas
Sumber : detik.com
Kategori : SerbaSerbi
www www